JENEPONTO—Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yasir menutup atraksi budaya Palumba Jarang (Pacuan Kuda) yang dilaksanakan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, di Desa Kalimporo, Kecamatan Bangkala, Minggu (9/7/2023).
Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Paris Yasir mengapresiasi panitia atraksi Palumba Jarang oleh Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kita patut bersyukur dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana Bidang Kebudayaan,” ucap Paris Yasir.
Selain itu, ia juga mengapresiasi kerja petugas box. Menurutnya, petugas boxlah orang yang paling berperan dalam arena pacuan kuda ini.
“Terkhusus panitia petugas box, kenapa? karena petugas box adalah orang yang paling capek di arena pacuan kuda ini,” terangnya.

Kedepannya, Ia berharap pacuan kuda dapat dilaksanakan secara terus menerus dan bukan hanya kali ini saja, akan tetapi bisa berlanjut.
“Tentu, kita berharap pacuan kuda ini dapat kita laksanakan terus menerus, jangan hanya tahun ini saja. Mudah-mudahan tahun kedepan dapat kita laksanakan terus dan seperti tahun ini sukses tanpa gangguan apapun,” harapnya.
Wakil Bupati Paris Yasir pun mengapresiasi seluruh unsur pengamanan dari jajaran Polres Jeneponto dan Kodim 1425 yang mengawal jalannya kegiatan selama dua hari dari tanggal 8 – 9 Juli.
“Tanpa keterlibatan Kapolres dan Dandim bersama jajarannya, saya yakin kegiatan ini tidak akan pernah berjalan dengan sukses,” kata Paris Yasir.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Jeneponto, khususnya masyarakat Kecamatan Bangkala yang ikut terlibat berperan aktif dalam kegiatan atraksi Palumba Jarang 2023.
“Terima terkhusus kepada masyarakat Kecamatan Bangkala yang telah bersama-sama melaksanakan kegiatan ini,” tutupnya.
Diakhir kegiatan, panitia yang dikoordinir Kabid Kebudayaan, Dr. Ferawati Azis memberikan piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada pemilik kuda yang mana kudanya meraih juara.
Atraksi Palumba Jarang begitu meriah dengan kedatangan peserta dari sejumlah Kabupaten tetangga, terlebih istimewa dengan hadirnya peserta dari Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara yang mengikutkan kudanya berlomba di arena pacuan kuda Desa Kalimporo. (*)













