MAKASSAR — Tim Penggerak PKK Kota Makassar memperkuat evaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK melalui Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) 2026 di Kecamatan Tallo dan Kecamatan Ujung Tanah, Jumat (21/8/2026).
Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mengapresiasi komitmen pemerintah kecamatan, jajaran kelurahan, serta kader PKK dalam menerjemahkan program PKK di tengah masyarakat. Menurutnya, SMEP tidak sekadar mengevaluasi administrasi, tetapi memastikan setiap program benar-benar berjalan dan memberi manfaat bagi keluarga.
“Kita ingin memastikan semua program dari 10 Program Pokok PKK ini berjalan dengan baik di setiap wilayah, di kecamatan, dan terutama sampai ke tingkat kelurahan. Kita ingin memastikan semua program PKK betul-betul sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Melinda.
Melinda menegaskan, TP PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. Karena itu, kekuatan koordinasi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, dan kader menjadi kunci keberhasilan program di lapangan.

Di Kecamatan Tallo, Melinda secara khusus mengapresiasi inovasi pengelolaan sampah melalui pemanfaatan kontainer sebagai Bank Sampah Sektoral (BSS). Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk respons cepat pemerintah kecamatan dalam menerjemahkan kebijakan pengelolaan lingkungan hingga ke tingkat masyarakat.
“Saya waktu itu sempat bilang bagaimana mengubah kontainer yang ada di Kota Makassar ini bisa jadi lebih bermanfaat, dan Pak Camat langsung bergerak. Jadi yang seperti ini camat-camatnya, lurah-lurahnya semua bersinergi dengan baik,” katanya.
Sementara di Kecamatan Ujung Tanah, perhatian diarahkan pada penguatan pemilahan sampah dari sumber. Camat Ujung Tanah, Andi Unru, mengatakan pihaknya telah menegaskan kepada petugas agar sampah yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanya berupa residu.
Selain sektor lingkungan, Kecamatan Ujung Tanah juga menjalankan program ASN Pelopor Penglaris UMKM. Melalui program tersebut, ASN didorong membeli produk UMKM lokal setiap Selasa dan Jumat. Pembelian dilakukan di wilayah masing-masing dan dilaporkan secara berkala sebagai bagian dari evaluasi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melinda menilai langkah tersebut menunjukkan pentingnya inovasi di tingkat kecamatan untuk memperkuat program PKK. Ia juga mengapresiasi jajaran Kecamatan Ujung Tanah yang dinilai responsif dalam menjalankan program sesuai karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat.
“Kecamatan Ujung Tanah ini punya wajah sendiri dibandingkan kecamatan-kecamatan lain. Demografinya juga berbeda dan penduduknya juga pasti unik sendiri. Cara treatment-nya pasti harus tahu bagaimana mendekati warga di sini,” ujarnya.

Selain lingkungan dan UMKM, pelaksanaan SMEP di kedua kecamatan turut mengevaluasi program pemberdayaan keluarga, kesehatan, dan penanganan stunting. Melinda menekankan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keterlibatan kader yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Rangkaian SMEP kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan administrasi dan inovasi 10 Program Pokok PKK pada Pokja I hingga Pokja IV, termasuk sekretaris dan bendahara TP PKK. Hasil evaluasi menunjukkan capaian yang memuaskan dan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Melalui SMEP 2026, TP PKK Kota Makassar mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan agar pelaksanaan 10 Program Pokok PKK tidak berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(70n)













