🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩 Segenap keluarga besar Mediasulsel.com mengucapkan Selamat Memperingati 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026. 🇮🇩 Mari menjaga persatuan, menumbuhkan semangat kebangsaan, dan bersama mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Merdeka! 🇮🇩🎓 Universitas Dipa Makassar Menerima Mahasiswa Baru 2026/2027 • Program Studi Terakreditasi Unggul dan Baik Sekali • Tersedia Kelas Reguler dan Kelas Pekerja • Potongan Uang Pangkal 50% Hingga 30 Juni 2026 • Kuliah Perdana 14 September 2026 • 🌐 Daftar Sekarang di admisi.undipa.ac.id • ☎️ Info: 0812-2822-1994 / 0821-9061-6844 • 🏛️ Universitas Dipa Makassar, Kampus Digital untuk Masa Depan •Tinggal Hitungan Hari, RSUD Jeneponto Hadapi Survei AkreditasiSerunya HUT RI di Polsek Manggala, Lomba Berlanjut hingga MalamDua Kapal di Dermaga Tanrusampe Jeneponto Hangus Terbakar, Diduga Dibakar OTKHampir 2 Tahun Disidik, Kasus Poltek KP Bone Belum Ada TersangkaMBG: Dapur Tanpa Wujud, Stunting Tanpa AngkaEl Nino Bikin Sawah Mengering, Pemprov Sulsel Siapkan Sumur Bor dan Pompa Air untuk Petani🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩 Segenap keluarga besar Mediasulsel.com mengucapkan Selamat Memperingati 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026. 🇮🇩 Mari menjaga persatuan, menumbuhkan semangat kebangsaan, dan bersama mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Merdeka! 🇮🇩🎓 Universitas Dipa Makassar Menerima Mahasiswa Baru 2026/2027 • Program Studi Terakreditasi Unggul dan Baik Sekali • Tersedia Kelas Reguler dan Kelas Pekerja • Potongan Uang Pangkal 50% Hingga 30 Juni 2026 • Kuliah Perdana 14 September 2026 • 🌐 Daftar Sekarang di admisi.undipa.ac.id • ☎️ Info: 0812-2822-1994 / 0821-9061-6844 • 🏛️ Universitas Dipa Makassar, Kampus Digital untuk Masa Depan •Tinggal Hitungan Hari, RSUD Jeneponto Hadapi Survei AkreditasiSerunya HUT RI di Polsek Manggala, Lomba Berlanjut hingga MalamDua Kapal di Dermaga Tanrusampe Jeneponto Hangus Terbakar, Diduga Dibakar OTKHampir 2 Tahun Disidik, Kasus Poltek KP Bone Belum Ada TersangkaMBG: Dapur Tanpa Wujud, Stunting Tanpa AngkaEl Nino Bikin Sawah Mengering, Pemprov Sulsel Siapkan Sumur Bor dan Pompa Air untuk Petani
News

Prof. Sukri Beri Pandangan Umum RPJMN 2020-2024 Bidang Kesehatan

683
×

Prof. Sukri Beri Pandangan Umum RPJMN 2020-2024 Bidang Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat

JAKARTA, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD, didulat Bappenas melalui Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kedeputian Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan, untuk turut hadir dalam Background Study RPJMN 2020-2024 dibidang Kesehatan.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Rabu (31/10) itu, yang salah satu agendanya pembahasan hasil analisis kewilayahan, Prof. Sukri yang juga merupakan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas tersebut, banyak memberikan masukan terutama indikator status kesehatan, yang menurutnya tidak hanya kematian bayi, kematian ibu tetapi juga indikator inklusif meliputi ibu hamil (KIA), lansia (life expectancy) dan orang cacat (disabilitas prevalence).

Kepada mediasulsel.com Prof. Sukri mengatakan, bahwa dari kajian yang dilakukan tersebut, akan menghasilkan analisis capaian, identifikasi isu strategis dan tantangan, serta rekomendasi arah kebijakan dan strategi pembangunan kesehatan ke depan.

Olehnya itu Prof. Sukri berharap, perlu ada sinkronisasi antar indicator, misalnya indikator prevalensi gizi buruk, Stunting dan sebagainya, sementara tidak diikuti persentase tenaga gizi, demikian pula terdapat beberapa indikator yang sifatnya penyakit menular atau tidak menular dan masalah sanitasi, lingkungan dan air bersih sementara tidak diikuti dengan persentase tenaga kesehatan masyarakat (Sarjana Kesehatan Masyarakat) pada wilayah tersebut.

“Intinya perlu ada sinkronisasi antara indikator outcome dengan indikator input, proses dan output, apalagi semangat indikator RPJMN ini adalah bahwa sehat itu jauh lebih baik daripada orang sakit. Karena itu, Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) perlu diperkuat tanpa mengabaikan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP), Prevention is much better than cure,” tutup Prof Sukri, yang juga merupakan Ketua Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Sulsel. (*/464ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com