PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • FH Unhas Jadi Fakultas Pertama Susun Skema Sertifikasi Kompetensi • Urgensi Industrialisasi Pangan di Sulawesi Selatan • Seminar Parenting SDIT Cipta Insani Depok Tekankan Pentingnya Kehadiran Orang Tua • Ekonomi Makassar Tumbuh 7,04 Persen, DPRD Soroti Jalan Rusak hingga Layanan RS Daya • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • FH Unhas Jadi Fakultas Pertama Susun Skema Sertifikasi Kompetensi • Urgensi Industrialisasi Pangan di Sulawesi Selatan • Seminar Parenting SDIT Cipta Insani Depok Tekankan Pentingnya Kehadiran Orang Tua • Ekonomi Makassar Tumbuh 7,04 Persen, DPRD Soroti Jalan Rusak hingga Layanan RS Daya •
Biro Humas Pemprov Sulsel

Dishut Sulsel Petakan Daerah Rawan Karhutla

460
×

Dishut Sulsel Petakan Daerah Rawan Karhutla

Sebarkan artikel ini
dishut sulsel

MAKASSAR-Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sulsel telah melakukan pemetaan daerah yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel, Faisal mengaku pemetaan daerah yang rawan terjadinya karhutla di Sulsel harus dilakukan sebagai bentuk antisipasi dan pencegahan.

“Daerah yang rawan terjadinya Karhutla di Sulsel yaitu Kabupaten Luwu Timur, Barru, Pinrang, Luwu, Bone, Tana Toraja, Soppeng, Wajo, Enrekang, Bantaeng, Sinjai, Bulukumba, Gowa, Takalar, Jeneponto, Selayar, Maros, Pangkep, Toraja utara, Luwu utara, serta Sidrap,” Ungkap Faisal belum lama ini.

Selain melakukan pemetaan,Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel juga terus melakukan langkah-langkah dalam mengantisipasi Karhutla di Sulsel.

“Langkah dalam mengantisipasi Karhutla terus dilakukan,selain melakukan pemetaan daerah yang rawan,juga jajaran Polisi kehutanan (polhut) rutin melakukan patroli serta menghimbau seluruh masyarakat khususnya yang berada disekitar kawasan hutan untuk tidak membuang puntung rokok secara sembarangan karena dapat menjadi pemicu Karhutla,” Tegas Faisal.

“Para petani juga dihimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar semak karena bisa saja meluas dan masuk kedalam Kawasan Hutan,” Tutupnya. [*]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com