PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Pejabat ATR/BPN hingga Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Miliar DiamankanKuasa Hukum Pertanyakan Tindak Lanjut Dumas di Propam Polda SulselMulai Besok Pemkab Jeneponto Terapkan BBM Ganjil-Genap di Seluruh SPBULPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total PangkalanPrabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Kini Pegang Kendali Kebijakan FiskalUsulan Kuota BBM Sulsel Naik 30 Persen, Migrasi Konsumen Picu Antrean Makin PanjangPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Pejabat ATR/BPN hingga Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Miliar DiamankanKuasa Hukum Pertanyakan Tindak Lanjut Dumas di Propam Polda SulselMulai Besok Pemkab Jeneponto Terapkan BBM Ganjil-Genap di Seluruh SPBULPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total PangkalanPrabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Kini Pegang Kendali Kebijakan FiskalUsulan Kuota BBM Sulsel Naik 30 Persen, Migrasi Konsumen Picu Antrean Makin Panjang
Opini

Anak Membunuh Ibu, Ada Apa Generasi Muda saat ini?

121
×

Anak Membunuh Ibu, Ada Apa Generasi Muda saat ini?

Sebarkan artikel ini
Nur Ana
Nur Ana (Aktivis Muslimah)

OPINI—Tak bermoral, seorang pemuda di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan dilaporkan membunuh dan memutilasi ibu kandungnya akibat kesal tidak diberi uang untuk judi online. Korban ditemukan dalam kondisi terpotong dan dikubur di sebuah kebun (Kompas TV, 9/04/2026)

Kasus seorang anak membunuh ibunya bukan kasus yang pertama kali terjadi. Sebelumnya sudah pernah terjadi, seperti seorang anak SD tega menikam ibunya hingga tewas di Medan. Adapun di Ponorogo di awal tahun pada bulan Januari, seorang anak membunuh ibunya.

Arus globalisasi kian masif dan mudahnya akses berbagai teknologi memperparah krisis generasi muda saat ini. Generasi muda hidup dalam pusaran hedon sekuler. Terlebih lagi, berbagai kasus kejahatan yang dilakukan generasi muda berawal dari penggunaan teknologi yang tidak tepat, seperti permainan game online, judol, pornografi dan sebagainya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menyebut bahwa 39,71 persen anak usia dini di Indonesia telah menggunakan telepon seluler, sementara 35,57 persen lainnya sudah mengakses internet. Pemakai internet di Indonesia sudah mencapai 221 juta, setara dengan 79,5 persen dari total populasi Indonesia.

Selain itu, data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menyebut bahwa 39,71 persen anak usia dini di Indonesia telah menggunakan telepon seluler, sementara 35,57 persen lainnya sudah mengakses internet.

Apabila dirinci per kelompok usianya, maka terdapat 5,88 persen anak di bawah usia 1 tahun yang sudah menggunakan telepon genggam atau gawai dan 4,33 persen anak di bawah usia tahun yang mengakses internet pada 2024.

Kemudian, terdapat 37,02 persen anak usia 1-4 tahun dan 58,25 persen anak usia 5-6 tahun yang menggunakan telepon genggam, sedangkan 33,80 persen anak usia 1-4 tahun dan 51,19 persen yang berusia 5-6 tahun tercatat telah mengakses internet. Bahkan, di wilayah tertinggal, anak usia 13–14 tahun sudah kecanduan mengakses media sosial (Komdigi.go.id, 27/02/2025).

Tak ayal, generasi muda saat ini telah kecanduan bermain HP. Padahal, Indonesia bakal menghadapi bonus demografi. Dimana jika bonus demografi ini dimanfaatkan sebaik mungkin dapat meningkatkan SDM yang produktif.

Namun, bonus demografi ini memberikan dampak yang sangat buruk terlebih lagi teknologi sedang berkembang sangat pesat yakni dapat dilihat berbagai kasus kejahatan dilakukan oleh pemuda.

Penyabab banyaknya kasus kejahatan yang dilakukan oleh pemuda karena fungsi pengawasan tidak berjalan semestinya yakni orang tua, masyarakat atau sekolah maupun negara.

Saat ini Orang tua kebanyakan abai kepada anaknya. Orang tua ada, tapi tidak menjalankan perannya mendidik anak. Sebab beban ekonomi membuat orang tua harus menanggung beban yang sangat berat akibat penerapan sistem ekonomi. Sehingga orang tua waktunya habis untuk bekerja. Begitu pun dengan masyarakat, tidak adanya amar ma’ruf nahi mungkar di tengah-tengah merek.

Selain itu, sekolah pun menerapkan sistem pendidikan sekuler sehingga melahirkan pemuda yang sekuler yang jauh dari agamanya bahkan takut kepada agamanya sendiri. Bahkan negara pun abai kepada rakyatnya, negara hanya sebagai regulator saja.

Tidak adanya pengawasan oleh negara kepada teknologi yang sedang berkembang, yakni tidak memblokir situs-situs judi online, video-video pornografi, game-game online yang berbahaya bagi anak dan sebagainya. Pelaku kejahatan pun dihukum dengan hukuman yang tidak memberikan efek jera. Sehingga, kejahatan yang terjadi berulang-ulang.

Sehingga rusaknya generasi muda hari ini karena penerapan sistem sekuler-kapitalisme, pemisahan agama dari kehidupan membuat kehidupan generasi muda saat ini hidup tanpa aturan dari berbagai bidang, seperti bidang ekonomi, politik, pendidikan, sosial budaya, media massa, hukum dan sebagainya. Serta tidak adanya kepedulian negara atas moral bangsa membuat kerusakan akhlak generasi pun kian parah bahkan sangat mengerikan.

Walhasil, alih-alih perkembang teknologi membawa keberkahan, melainkan membawa generasi pada perilaku yang menyimpang. Maka dibutuhkan solusi untuk mengatasi permasalahan generasi saat ini.

Islam menempatkan generasi muda pada posisi yang ditinggikan. Sebab generasi muda adalah sosok sebagai role mode kebaikan dan pelopor perubahan. generasi muda bukan hanya kuat dalam ketakwaan dan kepribadian islam, tetapi mempuni dalam menyelesaikan problem kehidupan. Ini semua akan terwujud dalam kehidupan jika kehidupan ini diataur oleh aturan islam dalam institusi sebuah negara yakni daulah islam.

Aturan islam mengkondisikan lahirnya generasi hebat dengan ketahanan ideologi yang kuat. Juga melahirkan masyarakat yang kental dengan budaya amar makruf nahi mungkar hingga tidak ada celah bagi kerusakan. Juga menjadikan negara beserta para penguasanya siap menjalankan fungsi sebagai pengurus dan penjaga sekaligus support system terbaik bagi generasi muda, keluarag dan lingkungan masyarakat.

Daulah islam akan menerapkan sistem pendidikan islam sehingga mencetak generasi berkepribadian islam yang kokoh. Kecanggihan teknologi digital akan digunakan untuk keperluan dakwah islam. Jika ada pihak yang menyebarkannya konten negatif yang bertentanga dengan syariat islam, negara akan menindak tegas dengan pemberian sanksi yang memberi efek jera.

Untuk itu, hendaklah generasi muda sadar akan konsep perubahan hakiki sekaligus sebagai agen perubahan. Generasi mudah harus sadar untuk menempatkan media sosial atau teknologi sebagai madaniyah, hasil perkembangan IPTEK yang hukumnya mubah sehungga hanya dijakikan sebagai alat pendukung dakwah, bukan membuat terlena dan melalaikan kewajiban untuk dakwah. (*)

Wallahu bishowab.


Penulis:
Nur Ana
(Aktivis Muslimah)

Disclaimer:
Setiap opini, artikel, informasi, maupun berupa teks, gambar, suara, video, dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab masing-masing individu, dan bukan tanggung jawab Mediasulsel.com.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com