MAKASSAR – Antrean kendaraan kembali terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini memicu keluhan dari para pengemudi, khususnya sopir truk angkutan barang yang harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan bahan bakar.
Selain itu berdasarkan patauan mediasulsel.com, Minggu (5/7/2026) padatnya antrean tersebut juga menyebabkan terjadinya penyempitan di sejumlah ruas jalan seperti Jl. Bawakaraeng, Jl. Perintis Kemerdekaan sekitar Pintu 1 Unhas maupun di sekitar BTP serta kawasan dekat SPBU Sudiang dekat perempatan Asrama Haji, yang berdampak pada melambatnya arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina memastikan antrean yang terjadi bukan disebabkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina, Lilik Hardiyanto, menjelaskan bahwa meningkatnya konsumsi Biosolar menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan antrean di sejumlah SPBU.
“Pada dasarnya bukan karena kelangkaan. Saat ini pasokan masih dalam proses pengiriman ke SPBU. Karena meningkatnya konsumsi Biosolar, Pertamina juga melakukan penambahan stok agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Lilik kepada Mediasulsel melalui pesan WhatsApp, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Lilik, lonjakan konsumsi Biosolar juga dipengaruhi oleh adanya peralihan sebagian pengguna Dexlite dan Pertamina Dex ke Biosolar. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap BBM bersubsidi meningkat dibandingkan biasanya.
Meski demikian, Pertamina memastikan distribusi BBM ke seluruh SPBU di Makassar tetap berjalan dan stok terus ditambah untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan masyarakat.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan masing-masing. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga performa mesin sekaligus memastikan penggunaan BBM yang lebih optimal.
“Kami mengimbau masyarakat menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan agar performa kendaraan tetap optimal,” tambahnya.
Sementara itu, para pengemudi mengaku antrean BBM telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Rudi, seorang sopir truk angkutan barang yang beroperasi di kawasan Industri Makassar (KIMA), mengatakan kondisi tersebut semakin terasa sejak Juni hingga awal Juli 2026.
“Kami harus mengantre cukup lama untuk mengisi solar. Akibatnya pengiriman barang ke toko-toko juga ikut terlambat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, antrean tidak hanya terjadi pada kendaraan pengguna Biosolar. Di beberapa SPBU, kendaraan yang mengisi Pertalite juga terlihat harus mengantre lebih lama dibandingkan biasanya.
Hingga berita ini diterbitkan, antrean kendaraan roda empat maupun roda dua masih terlihat di sejumlah SPBU di Kota Makassar. Kondisi tersebut menjadi perhatian para pengguna jalan karena berpotensi memengaruhi kelancaran aktivitas transportasi dan distribusi barang di ibu kota Sulawesi Selatan. (70n)













