PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • El Nino Mengintai hingga 2027, Penyuluh Kehutanan Sulsel Didorong Bergerak Cegah Karhutla • Indonesia Walkout Saat Netanyahu Berpidato di PBB, Kursi Delegasi Puluhan Negara Mendadak Kosong • Pakar Hukum Sebut Dugaan Pungutan Gau Maraja di Bontocani Bisa Masuk Pungli • Husniah Tersangka, Wakil Bupati Gowa Berpeluang Ambil Alih Pemerintahan • 45 Tahun BKMT, Syifa Fauzia Lanjutkan Estafet Tutty Alawiyah • 94 Nyawa Melayang Pasca-Gempa NTT, Menagih Kehadiran Negara di Masa Krisis • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • El Nino Mengintai hingga 2027, Penyuluh Kehutanan Sulsel Didorong Bergerak Cegah Karhutla • Indonesia Walkout Saat Netanyahu Berpidato di PBB, Kursi Delegasi Puluhan Negara Mendadak Kosong • Pakar Hukum Sebut Dugaan Pungutan Gau Maraja di Bontocani Bisa Masuk Pungli • Husniah Tersangka, Wakil Bupati Gowa Berpeluang Ambil Alih Pemerintahan • 45 Tahun BKMT, Syifa Fauzia Lanjutkan Estafet Tutty Alawiyah • 94 Nyawa Melayang Pasca-Gempa NTT, Menagih Kehadiran Negara di Masa Krisis •
Opini

Blokade Palestina dan Bungkamnya Para Penguasa

696
×

Blokade Palestina dan Bungkamnya Para Penguasa

Sebarkan artikel ini
Blokade Palestina dan Bungkamnya Para Penguasa
Ernawati (pegiat literasi)

OPINI—Krisis kemanusiaan di Gaza kembali menampakkan wajah paling kelamnya. Akses warga Palestina ke pusat distribusi bantuan kembali ditutup oleh Israel. Penutupan ini terjadi menyusul serangan militer Israel di Bundaran Al-Alam, Rafah, selatan Gaza, yang menewaskan sedikitnya 27 warga Palestina yang tengah menanti bantuan. (Beritasatu.com)

Menurut kantor media pemerintah Gaza, sejak 27 Mei setidaknya 102 warga Gaza tewas dan hampir 500 lainnya terluka akibat rentetan serangan brutal di sekitar titik distribusi bantuan yang dikelola Gaza Humanitarian Foundation (GHF). Ironisnya, titik bantuan yang semestinya menjadi sumber harapan, berubah menjadi jebakan maut.

GHF, lembaga yang seharusnya mendistribusikan bantuan pangan, justru dimanipulasi menjadi bagian dari strategi militer yang menargetkan warga sipil. Serangan terus berulang di sekitar pusat-pusat bantuan. Jurnalis Al Jazeera, Hind Khoudary, menyebut titik distribusi itu bukan lagi tempat menyelamatkan nyawa, melainkan “perangkap kematian” bagi rakyat Palestina.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sejak GHF beroperasi, lebih dari 160 warga sipil terbunuh dan lebih dari 1.000 orang luka-luka. Angka ini menunjukkan bahwa kekerasan yang dilakukan pasukan Israel telah melewati batas kemanusiaan. Mereka menyerang warga yang sekadar mencari makanan untuk bertahan hidup.

Pengepungan Gaza bukan hanya soal blokade fisik, tetapi juga blokade terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Bantuan kemanusiaan dihambat, air bersih dan energi menjadi langka, fasilitas medis lumpuh, dan penderitaan meluas ke seluruh penjuru wilayah. Kelaparan dijadikan senjata sunyi untuk melumpuhkan perlawanan, membunuh secara perlahan.

Sementara dunia menyaksikan, sebagian besar negara besar memilih diam. Penguasa di dunia Muslim pun nyaris tak bersuara, apalagi bertindak nyata. Retorika tanpa tindakan telah menjadi pemandangan rutin. Padahal, saat bayi-bayi sekarat karena kekurangan gizi dan masyarakat sipil berguguran, seruan kemanusiaan seharusnya tak bisa ditunda.

Ketidakpedulian ini mencerminkan matinya fitrah manusia. Dunia yang tunduk pada logika kapitalisme menutup mata atas penderitaan, dan nasionalisme sempit membuat solidaritas terpecah. Bahkan ketika umat Islam di seluruh dunia menyerukan jihad untuk pembebasan Palestina, tak satu pun negara Muslim yang merespons dengan kekuatan nyata.

Kondisi ini menunjukkan perlunya perubahan sistemik. Pembebasan Palestina tidak cukup dengan kecaman atau bantuan sesaat. Solusi hakiki terletak pada perubahan mendasar: penegakan sistem Islam kaffah yang dipimpin oleh seorang khalifah. Hanya dengan sistem Islam, umat dapat bersatu dalam satu kepemimpinan politik yang benar-benar memperjuangkan hak-hak kaum Muslimin, termasuk Palestina.

Allah SWT berfirman: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang lebih baik.” (QS An-Nahl [16]:125). Seruan ini menjadi dasar penting bagi dakwah ideologis yang konsisten mengajak umat meninggalkan sistem sekuler yang terbukti gagal melindungi kehormatan umat.

Perintah untuk membentuk jemaah dakwah disebutkan pula dalam QS Ali Imran ayat 104: “Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Jemaah ini bertugas membangun kesadaran umat, menuntun ke arah penerapan syariat Islam secara menyeluruh dalam bingkai Khilafah Islamiyah. Dalam situasi seperti hari ini, seruan untuk kembali pada sistem Islam bukan sekadar wacana, tetapi keniscayaan. Sebab, pertolongan Allah akan datang kepada mereka yang sungguh-sungguh berjuang di jalan-Nya.

“Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” (QS Al-Baqarah: 214). Wallahu a’lam bishawab. (*)

 

Penulis: Ernawati (pegiat literasi)

 

***

 

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com