PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Pemprov Sulsel Perketat Pengawasan BBM Bersubsidi, Kendaraan Modifikasi Terancam DiblokirKunjungan Bupati Bone ke BPTU Denpasar Buka Pertanyaan soal Peserta dan Uang SakuAppi Titip Pesan ke 5.000 Mahasiswa Baru Bosowa: Cerdas Saja Tak Cukup, Jaga Akhlak dan Kota MakassarMicroteaching UNM Siapkan Calon Guru Gen Z Kreatif dan InovatifBahas Tata Kelola MBG Bersama KPK, Appi Wanti-wanti Data Penerima hingga Ancaman InflasiRumah Sakit: Tempat Berobat atau Deradikalisasi?PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Pemprov Sulsel Perketat Pengawasan BBM Bersubsidi, Kendaraan Modifikasi Terancam DiblokirKunjungan Bupati Bone ke BPTU Denpasar Buka Pertanyaan soal Peserta dan Uang SakuAppi Titip Pesan ke 5.000 Mahasiswa Baru Bosowa: Cerdas Saja Tak Cukup, Jaga Akhlak dan Kota MakassarMicroteaching UNM Siapkan Calon Guru Gen Z Kreatif dan InovatifBahas Tata Kelola MBG Bersama KPK, Appi Wanti-wanti Data Penerima hingga Ancaman InflasiRumah Sakit: Tempat Berobat atau Deradikalisasi?
Opini

BPJS Kesehatan Hapus Kelas, Naikkan Standar Layanan atau Iuran?

2651
×

BPJS Kesehatan Hapus Kelas, Naikkan Standar Layanan atau Iuran?

Sebarkan artikel ini
BPJS Kesehatan Hapus Kelas, Naikkan Standar Layanan atau Iuran?
Hijrawati Ayu Wardani, S.Farm., M.Farm, Dosen Ilmu Farmasi.

Efek Kapitalisme

Meski berganti formula, BPJS Kesehatan tidak ubahnya asuransi. Rakyat membayar sejumlah premi demi mendapatkan layanan kesehatan. Dimanakah letak jaminan kesehatan yang dimaksud? Yang namanya jaminan kesehatan, mestinya dijamin baik dari pelayanan ataupun pembiayaannya.

Namun, negara ataupun BPJS Kesehatan sejauh ini belum menjamin apa-apa. Istilah “jaminan” hanyalah ‘kamuflase’ untuk memalak rakyat. Lebih tepatnya, penguasa sedang menjamin dirinya sendiri agar tidak perlu repot-repot keluar biaya kesehatan untuk rakyat.

Lagipula, kepesertaan BPJS Kesehatan tak berdampak pada layanan kesehatan untuk rakyat. Fakta di lapangan, warga harus antri demi mengurus administrasi yang ribet, pelayanannya lama dan sering kali pasien BPJS Kesehatan mendapat perlakuan diskriminatif dibanding pasien non-BPJS Kesehatan.

Hal inilah yang membuat masyarakat kehilangan kepercayaan. Status peserta BPJS Kesehatan seakan menjadi warga kelas dua yang tidak mendapat perhatian lebih.

Inilah efek kapitalisasi dunia kesehatan. Layanan kesehatan menjadi komoditas bisnis untuk mengeruk keuntungan. Dalam perjanjian GATS, kesehatan termasuk dalam sektor jasa. GATS (General Agreement on Trade in Services) merupakan salah satu perjanjian di bawah WTO (World Trade Organization) yang mengatur perjanjian umum untuk semua sektor jasa. Tujuannya, untuk memperdalam dan memperluas tingkat liberalisasi sektor jasa di negara-negara anggota.

Terdapat 12 sektor jasa yang termasuk dalam cakupan GATS, yaitu bisnis; komunikasi; pembangunan dan teknik terkait; distribusi; pendidikan; lingkungan; keuangan; kesehatan; pariwisata dan perjalanan; rekreasi, budaya, dan olahraga; transportasi; serta sektor jasa lainnya. Sebagai negara berkembang yang terikat perjanjian internasional, Indonesia harus mengikuti permainan kapitalisme global.

Oleh karenanya, kapitalisasi sektor kesehatan menjadi hal yang tidak terhindarkan. Negara tidak lagi menjadi pemain tunggal sebagai penyelenggara sistem kesehatan untuk rakyat. Konsep inilah yang sebenarnya menjadi penyakit bagi sistem kesehatan hari ini. Dilihat dari segi mana pun, kapitalisme sejatinya telah gagal memberi perlindungan dan jaminan.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com