JAKARTA—Duta Besar Indonesia untuk Nigeria, Usra Hendra Harahap, ditarik lebih awal dari penugasannya setelah tuduhan pelecehan seksual terhadap seorang staf lokal di KBRI Abuja. Kementerian Luar Negeri Indonesia mengonfirmasi bahwa Harahap dipanggil pulang pada akhir Desember 2024.
Meskipun telah dilakukan verifikasi dan pemeriksaan rekaman CCTV, Kementerian Luar Negeri menyatakan tidak ada bukti yang cukup untuk menarik kesimpulan konklusif, namun langkah administrasi penarikan tetap diambil.
Menjawab pertanyaan VOA via teks, juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Roy Soemirat mengonfirmasi bahwa Usra Hendra Harahap telah ditarik pulang sejak akhir Desember lalu.
“Ya, sudah dipanggil pulang lebih awal dari penugasan yang seharusnya,” ujar Roy.
Roy menjelaskan bahwa pihak Kementerian Luar Negeri “hanya ketahui dan terima satu kasus pengaduan,” meskipun hasil penelusuran awal VOA mendapati adanya beberapa staf lokal yang mengalami pelecehan seksual serupa, meskipun terduga korban lain belum bersedia diwawancarai.
Suami korban, Aminu Shehu, mengungkapkan kekecewaan atas lambatnya proses penyelesaian. Ia menuturkan bahwa istrinya, yang telah bekerja sebagai staf lokal selama lima tahun, mengalami pelecehan seksual pada 7 Februari 2023. Harahap diduga memaksa korban untuk mencium lehernya, meskipun korban menolak. Aminu juga menyebutkan bahwa korban bukan satu-satunya staf yang mengalami pelecehan serupa.
Pengamat hubungan internasional, Teuku Rezasyah, menilai kasus ini menjadi pelajaran bagi Kementerian Luar Negeri dalam memilih diplomat, terutama yang berasal dari kalangan non-karir. Ia menekankan pentingnya pelatihan etika dan budaya internasional serta seleksi yang ketat dalam penempatan diplomat di luar negeri.
Hingga berita ini ditayangkan. Duta Besar Usra Hendra Harahap belum memberikan tanggapan terkait tuduhan tersebut. (em/lt/Voa/Ag4ys)









