PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Menkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi PersidanganJufri Rahman: Ekonomi Sulawesi Tak Bisa Tumbuh Sendiri-sendiriNakes Liukang Kalmas Diminta Disiplin, Jasa Medis Dibayar Berdasarkan Kinerja30 Tahun Berselang, Purnawirawan Polsekta Panakkukang Kembali Rajut KemitraanPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Menkeu Berganti, Aras Soroti Batas Kewajaran APBN: Jangan Sampai Ambisi Lebih Besar dari Kemampuan FiskalPangkep Raih Rp1 Miliar, Layanan Kesehatan Antar Pemkab Yusran Lalogau Masuk Tiga Besar SulawesiFebrie Masuk Babak Baru, Mantan Jampidsus Segera Hadapi PersidanganJufri Rahman: Ekonomi Sulawesi Tak Bisa Tumbuh Sendiri-sendiriNakes Liukang Kalmas Diminta Disiplin, Jasa Medis Dibayar Berdasarkan Kinerja30 Tahun Berselang, Purnawirawan Polsekta Panakkukang Kembali Rajut Kemitraan
Opini

Era Disprupsi: Membajak Potensi Pemuda Di Balik Arus Industri Budaya Populer

1895
×

Era Disprupsi: Membajak Potensi Pemuda Di Balik Arus Industri Budaya Populer

Sebarkan artikel ini
Era Disprupsi: Membajak Potensi Pemuda Di Balik Arus Industri Budaya Populer
Hanaa El Chareemah (Penggiat Literasi & Media)

OPINI—Pemuda adalah generasi terdepan yang mengawal perubahan dunia dalam kebangkitan umat manusia yang memuliakannya. Sebab mereka memiliki potensi luar biasa baik secara fisik, kecerdasan maupun secara mental.

Sayangnya, potensi pemuda hari ini, khususnya pemuda muslim telah di bajak dengan segala pengaruh budaya populer di tengah arus era disprupsi yang gelombangnya semakin tak terkendali.

Pemuda yang seyogyanya sebagai agen perubahan di tengah arus modernisasi yang menyeret mereka pada arus gelombang sekularisme, menjadikan mereka sebagai generasi instan, yang nyatanya kehidupan mereka lebih banyak disibukkan dengan urusan remeh temeh yang hampir tidak memiliki tujuan hidup dan cita-cita.

Fatalnya, potensi pemuda terkooptasi dengan arus 3 F (food, fashion and fun). Arus ini sengaja diaruskan agar pemuda kehilangan jati dirinya dan menjadi sasaran empuk dari industry budaya populer.

Fakta Generasi Hari Ini….

Fenomena tragedi Kanjuruhan dan tragedi Hallowen di Itaewon, korea yang baru-baru terjadi berujung telah menelan korban jiwa dengan jumlah sangat mencengangkan.

Menjadi bukti betapa generasi muda telah menjadi korban ketamakan dari budaya industri populer. Mereka menjadi budak kapitalisme dengan melakukan transaksi kesenangan demi kepuasan jasadiyah semata.

Alhasil, tragedi demi tragedi yang menimpa generasi muda hari ini menjadi bukti nyata, bahwa kapitalisme sekularisme menggiring generasi muda menjadi generasi lemah tak berdaya yang hanya disibukkan dengan urusan trend dan budaya-budaya pop.

Padahal, peran generasi muda dalam perubahan menjadi ujung tombak kekuatan sebuah negara. Negara seyogyanya menjalankan fungsinya dalam melakukan penjagaan terhadap agama, jiwa, serta harta bagi generasi mudanya.

Namun, sebaliknya negara itu yang mengusung ide kapitalisme sekularisme, yang justru melakukan pembiaran, bahkan memfasilitasi kebutuhan kesenangan jasadiyah generasi saat ini dengan ide kebebasan. Miris!

Ironisnya, generasi muda tak memiliki cita-cita dan keinginan besar dalam hidupnya, khususnya menjadi generasi khoiru ummah di hadapan sang pencipta.

Era disprupsi pun tak pelak menjadikan generasi muda sebagai sasaran empuk agar mereka tak tinggal diam agar terpengaruh dan terbawa dengan segala tatanan yang ditawarkan oleh kapitalisme.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com