Kesenangan duniawi menjadi tujuan utama system ini agar generasi muda betul-betul tumbuh dalam pengasuhan budaya liberalisme.
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI), Era disprupsi adalah era di mana perubahan-perubahan yang terjadi disebabkan karena adanya disrupsi sehingga mengubah sistem dan tatanan kehidupan masyarakat secara luas.
Hal inilah yang mendorong system kapitalisme menjadikan generasi muda sebagai sumber cuan, salah satunya dalam memperbesar budaya industry pop. Kapitalisme memasukkan budaya-budaya popular di tengah generasi muda yang dianggap lebih modern dan kekinian, sehingga menjadikan semangat dan jiwa generasi Z saat ini mudah terbakar dan terbawa arus.
Maka, konsep kehidupan generasi muda telah dibidik dengan merusak pola fikir yang menghasilkan pola sikap mereka yang membebek pada cita-cita kapitalisme.
Betapa banyak generasi muda hari ini yang terjebak pada arus kerusakan yang tidak main-main, seperti trend LGBT, Sex bebas, drugs, tawuran, food, fashion, fun dan lainnya.
Industri kapitalisme telah berhasil merancang dan mempersiapkan generasi muda hari ini yang di sinyalir sebagai bonus demografi yang akan melanjutkan cita-cita kuatnya kapitalisme sekularisme di seluruh dunia.
Maka, hal ini menjadi tantangan yang sangat berbahaya, mengingat keberadaan generasi muda memiliki potensi besar dalam menguatkan pondasi sebuah negara.
Hanya saja sangat disayangkan ketika generasi muda saat ini tidak memiliki cita-cita tertinggi sebagai agen perubahan dalam melawan segala bentuk kedzoliman melalui perang pemikiran yang sedang terjadi. Bahkan, fatalnya mereka malah legowo menerima hadirnya hiburan-hiburan sesat yang menyesatkan.
Kehilangan jati diri generasi pun membuat mereka tidak memiliki tujuan hidup mulia. Alhasil mengantarkan mereka pada kesesatan dan kerusakan. Naudzubillah min dzalik!
Olehnya itu harus di fahami bahwa setiap pemuda harus memiliki cita-cita yang tinggi, yang merupakan anugerah terbesar yang akan membimbing arah kehidupannya.
Sebagaimana nasehat yang di paparkan oleh Imam Al-Mawardi dalam kitabnya Adabun dunia wa Diin, bahwa: “Kekuatan besar bagi sebuah generasi adalah bercita-cita tinggi dengan menjadikan agama sebagai panduan dalam hidupnya”.












