Generasi Muda Sejatinya…
Generasi muda sejatinya harus memiliki visi misi yang bermuara pada tujuan akhirat. Generasi yang seperti ini adalah mereka yang memahami segala konsekuensi dari seluruh perbuatan yang akan dilakukannya.
Pola fikirnya ditundukkan dengan ilmu dan tsaqofah islam sedangkan pola sikapnya terarahkan dengan timbangan syariat, halal dan haram.
Generasi seperti ini adalah generasi dambaan yang tidak hanya memiliki visi misi hidup yang tinggi, namun juga memiliki tujuan perubahan yang bernilai ridho dari pencipta, Allah SWT.
Lihatlah sejarah telah mengukir begitu banyak nama-nama yang menharumkan namanya dengan ilmu yang tinggi dan pengorbanan yang tinggi pada islam melalui jihad yang mereka telah lakukan di usia masih muda.
Mereka menghabiskan waktunya pada hal-hal yang bermanfaat, menyibukkan diri dengan ilmu dan jihad, serta menjaga diri mereka dengan ibadah dan ketaqwaan yang tinggi pada Allah. Semangat taqarrub inilah yang mendorong pemuda di era islam, menjadikan mereka generasi terbaik di setiap zamannya.
Islam memberikan ruang yang luas kepada generasi muda dalam melakukan perubahan besar, yang saat ini sangat dinantikan. Peran generasi muda dalam melakukan perubahan dapat terlihat dalam sepak terjangnya melakukan peran politik melalui dakwah amar ma’ruf nahy mungkar.
Inilah sejatinya yang harus dilakukan generasi saat ini, memiliki jiwa yang taqwa pada syariat tuhannya, dan menjadikan syariat tersebut sebagai mercusuar dalam meluaskan kebaikan melalui aktivitas dakwah bil hikmah yang merubah pemikiran, perasaan dan aturan hidup manusia merujuk kepada islam semata. Serta tidak menjadikan hawa nafsunya sebagai budak yang justru akan membinasakannya.
Hal ini telah disampaikan oleh baginda Rasulullah saw, bahwa:
“Sesungguhnya Allah Ta’ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memiliki shabwah.” (HR Ahmad, Thabrani dalam al-Mu`jamul Kabir dan lainnya).
Hadis ini dinilai shahih berdasarkan jalur periwayatannya yang banyak. Demikian dinyatakan al-Albani dalam ash-Shahihah no. 2843.
Kata shabwah yang dikaitkan dengan generasi muda pada hadits di atas, dijelaskan dalam kitab Faidhul Qadir (2/263) sebagai “pemuda yang tidak memperturutkan hawa nafsunya. Sebaliknya, dia membiasakan diri melakukan kebaikan dan berusaha keras menjauhi keburukan”.
Wallahu a’lam bis shawwab. (*)
Penulis: Hanaa El Chareemah (Penggiat Literasi & Media)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.












