PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan MudaRotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan BaruLurah Bontoa Antar Langsung Bantuan Beras CPP ke Warga Sakit dan DisabilitasTambak Warga Ditimbun untuk Akses Pelabuhan Tonra, Ganti Rugi DipertanyakanMakassar Perkuat Kemitraan dengan Enrekang untuk Jaga Pasokan Pangan dan Stabilkan HargaPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan MudaRotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan BaruLurah Bontoa Antar Langsung Bantuan Beras CPP ke Warga Sakit dan DisabilitasTambak Warga Ditimbun untuk Akses Pelabuhan Tonra, Ganti Rugi DipertanyakanMakassar Perkuat Kemitraan dengan Enrekang untuk Jaga Pasokan Pangan dan Stabilkan Harga
Inspirasi Sulsel

Generasi Muda Patut Berpartisipasi Bangkitkan Seni Budaya Lokal di Gowa Supaya Tidak Punah

2799
×

Generasi Muda Patut Berpartisipasi Bangkitkan Seni Budaya Lokal di Gowa Supaya Tidak Punah

Sebarkan artikel ini
Budaya Sulsel
Foto: Courtesy

Ahsan juga menjelaskan bahwa Universitas ketika ada tamu kunjungan dan diterima oleh Rektor biasanya akan didahului upaya tarian penyambutan yang kemudian diikuti dengan Angngaru, itu adalah salah satu bentuk sosialisasi promosi yang dilakukan pihak perguruan tinggi bahwasanya tamu itu akan tahu kalau ada tradisi seperti itu.

“Bayangkan kalau tamu kita itu dari Jakarta misalnya dari Menteri Agama misalnya atau Menteri Kebudayaan datang ke sini dan kemudian disambut dengan tarian dan angngaru. kenapa ada keris badik yang kemudian ditusuk-tusuk itukan dia orang-orang yang mengiringi beliau itukan tahu kalau kita punya tradisi seperti ini yang dilestarikan,” terangnya.

Lebih lanjut menurut Ahsan, supaya seni budaya lokal ini akan terus lestari salah satu manfaat dari seni pertunjukan, dengan diadakannya seni pertunjukan orang-orang akan melihat seperti inilah budaya dan tradisi orang Gowa. Jadi didalamnya ada sosialisasi dan visualisasi tentang bagaimana seni budaya lokal orang Gowa.

“Dari sisi pendidikan dari sisi edukasi ya tentu kami-kami ini sebagi pengajar kebudayaan ya tentu memberikan edukasi pengajaran bahwa salah satu bentuk kebudayaan Sulawesi Selatan khususnya di Gowa itu misalnya Angngaru ya bagaimana esensi Angngaru itu ya itulah yang kita pelajari,” ungkap Ahsan.

 

Sosialisasi gerakan melestarikan seni budaya

Pemerintah Kabupaten Gowa pun juga ikut andil dalam pelestarian seni budaya lokal, upaya-upaya yang mereka lakukan adalah sering melaksanakan sosialisasi baik dari sisi media massa maupun wawancara. Sosialisasi itu juga mereka laksanakan dalam bentuk melaksanakan lomba seperti lomba menari, lomba Angngaru di tingkat pelajar SLTP maupun dikalangan masyarakat umum.

Seperti yang diungkapkan Kepala Bidang kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa, Ikbal, upaya-upaya yang mereka lakukan tidak terhenti sampai disitu saja, tetapi mereka juga mencetak buku-buku atau narasi-narasi terkait seni budaya lokal yang menggali berbagai sisi demi mempertahankan eksistensi dan pengembangan nilai-nilai budaya lokal.

“Selain dari sosialisasi yang kami lakukan itu juga kami mencetak buku-buku atau narasi-narasi terkait dengan seni budaya lokal baik dari sisi filosofi, agama maupun edukasi. Jadi banyak kok upaya yang kita lakukan dalam rangka mempertahankan eksistensi pelestarian dan pengembangan nilai-nilai budaya lokal,” jelas Ikbal.

Ikbal menambahkan, untuk membangkitkan semangat masyarakat umum terutama generasi muda untuk ikut serta dalam melestarikan seni budaya lokal adalah yang pertama mengedukasi mereka yang bertujuan menambah ilmu pengetahuan dan menanamkan pemahaman bahwa kita kaya dengan budaya, adat dan tradisi yang perlu kita banggakan dan perlu kita pertahankan dan lestarikan di kemudian hari.

Kemudian ketika mereka telah paham maka akan muncul kecintaan terhadap seni budaya lokal yang nantinya mereka akan ikut berpartisipasi dalam melestarikan budaya lokal seperti tarian dan Angngaru.

Berkembangnya kelompok-kelompok masyarakat baik melalui sanggar maupun melalui komunitas maupun dari sisi personalitasnya masyarakat itu adalah bagian dari bagaimana cara mereka untuk melestarikan seni budaya lokal khususnya yang ada di Kabupaten Gowa. (*)

Budaya Sulsel
Foto: Courtesy

 

Citizen Reporter: Husnul Hatimah (Mahasiswi Jurnalistik UIN Alauddin Makassar)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com