MAKASSAR—Dana Desa terkena refocusing anggaran, dimana setiap desa memangkas hingga 8 persen yang diperuntukkan untuk penanganan Covid-19.
Dari data per 12 Maret 2021, tercatat pagu anggaran Rp2,372,807,818,000 dan yang sudah terserap yaitu 9,46 persen atau senilai Rp224,349,162,840.
“Perangkat Desa ini hati-hati mengeluarkan Dana Desa karena adanya proses refocusing, yang diperuntukkan untuk penanganan Covid-19,” kata Pelaksana tugas Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sulsel, Muhlis kemarin Senin (15/3) di Kantor Gubernur.
Muhlis menambahkan, sejauh ini proses pencairan Dana Desa terus dilakukan monitoring, kabupaten mana saja yang belum mencairkan anggarannya.
“Prosesnya masih berlangsung, sudah ada kenaikan walaupun sedikit,” papar Muhlis.
Sebelumnya Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu RI. Kakanwil Sulsel, Syaiful mendorong percepatan penyerapan Dana Desa triwulan I.
Saat itu, Syaiful menyebut serapan di Februari ini sudah mendekati angka 9 persen
Syaiful menambahkan, masih rendahnya serapan dari penyaluran Dana Desa karena permasalahan penetapan APBD dan APBD desa dari masing-masing Pemda.
“Kami sudah sampaikan ke Pak Gubernur, agar penyerapan di triwulan I ini bisa mencapai sekitar 25-30 persen,” sebutnya beberapa waktu lalu
Syaiful optimisme penyerapan anggaran dana desa ini bisa mencapai persentase tersebut, “batas triwulan I itu di April,” paparnya. (*)













