Beranda » Hukum » Kasus Asusila di Toraja, Polisi Ngaku Tangani Dengan Serius
Kasus Asusila di Toraja, Polisi Ngaku Tangani Dengan Serius
Hukum

Kasus Asusila di Toraja, Polisi Ngaku Tangani Dengan Serius

TORAJA – Polres Tanah Toraja mengaku serius tangani kasus pelecehan seksual yang dialami seorang perempuan disabilitas di Kecamatan Bonggakardeng, Kabupaten Tana Toraja. Apalagi kasus ini telah menjadi perhatian publik dan insan pers, khususnya dari pemerhati kaum difabel di Sulawesi Selatan.

Kasat Reskrim AKP Jon Paerunan, SH mewakili Kapolres Tana Toraja memberikan penekanan bahwa Polres Tana Toraja sangat serius dalam menangani kasus pelecehan seksual (dugaan pemerkosaan) terhadap korban yakni Perempuan JPB (36) yang merupakan Penyandang difabel dan terlapor lelaki PL (40).

“Penyidik saat ini sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, namun belum menerima hasil VeR (Visum et Revertum) dari dokter. Tinggal kita menunggu keterangan ahli dokter Psikiatri Rumah Sakit Lakipadada. Bila kesemua alat bukti penyidikan telah terkumpul, maka berkas penyidikan akan dirampungkan,” katanya AKP Jon, Rabu (16/1/2019).

Kasus ini sendiri dilaporkan pada tanggal (2/2/2019) di SPKT Polres Tana Toraja sesuai dengan laporan Polisi Nomor : LPB / 03/I/2019 tanggal 02 Januari 2019.

Oknum pelaku pelecehan seksual sebelumnya sudah diamankan di Mapolres Tana Toraja Minggu (2/1/2019) oleh personil Polsek Bonggakaradeng yang dipimpin oleh Bripka Zamuel Panggeso bersama 3 anggota polsek Bonggakaradeng dan telah dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik Sat.

Reskrim Polres Tana Toraja kemudian dikembalikan ke rumahnya dan harus melakukan wajib lapor ke Polres Tana Toraja.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Tana Toraja AKBP Julianto P. Sirait, SH, S.Ik menjelaskan, tersangka saat ini belum diamankan kembali di Polres Tana Toraja karena masih menunggu keterangan ahli dari RS. Lakipadada (Dokter Psikiatri).

“Kami sangat serius menangani kasus ini, apalagi banyak mendapatkan sorotan dari media dan pemerhati penderita difabel”

“Kami juga berharap bahwa masyarakat maupun orang tua mendapatkan pelajaran dari kasus ini, ketika ada kasus yang sama agar cepat dilaporkan sehingga secepatnya dapat dilakukan langkah-langkah kepolisian” jelas Kapolres.

Sebagai komitmen Polres Tana Toraja terhadap kasus yang melibatkan penyandan difabel, Rabu (16/1/2019) kemarin, Unit PPA Polres Tana Toraja telah melaksanakan Tahap II penyidikan yakni penyerahan tersangka dan barang bukti ke JPU Kejaksaan Negeri Tana Toraja untuk Laporan Polisi : LPB /160 /VIII / 2018 / SPKT, tgl 14 Agustus 2018 tentang kejahatan terhadap kesusilaan dimana korbannya juga adalah penyandang difabel. [SHR]