Beranda » Wisata » Kelompok Asman Toga Bersemi Blitar, Siap Jadi Distinasi Wisata Edukasi
Kelompok Asman Toga Bersemi Blitar, Siap Jadi Distinasi Wisata Edukasi
Wisata

Kelompok Asman Toga Bersemi Blitar, Siap Jadi Distinasi Wisata Edukasi

BLITAR – Kelompok Asuhan Mandiri (Asman) Pemanfaatan Taman Obat Tradisional Keluarga (Toga) dan Akupresur Bersemi, Desa Genengan, kecamatan Doko, Kabupaten Blitar yang saat ini merupakan perwakilan Provinsi Jawa Timur untuk lomba pemanfaatan toga tingkat nasional kategori desa, terus berbenah guna menjadikan area Toganya menjadi Destinasi wisata Edukasi.

Hal itu disampaikan, Ketua Kelompok Sadar Wisata Asman Toga Bersemi, Ariagung Radnadi, saat mediasulsel.com mengunjungi lahan Pemanfaatan Toga yang terletak di ORT, 01, ORW. 02, DS. Genengan, Kecamatan Doko, seluas kurang lebih 7.000 M2 tersebut, Selasa (11/9/2018).

Kepada Mediasulsel.com Agung mengatakan, bahwa semenjak memenangkan lomba tingkat provinsi Jatim, dan ditunjuk mewakili ke tingkat Nasional. Pihaknya bersiap bukan hanya sebatas untuk mengikuti lomba, namun lebih dari itu, mereka berupaya untuk bisa menjadikan areanya tersebut sebagai destinasi wisata pendidikan baru di kabupaten Blitar.

“Semenjak dinyatakan sebagai juara I provinsi Jatim, kami bersiap bukan hanya untuk memenangkan lomba tingkat nasional, namun lebih dari itu, kita akan terus berusaha untuk menjadikan tempat ini sebagai salah satu destinasi wisata edukasi baru di kabupaten Blitar,” tegas Agung.

Melalui upaya tersebut Agung berharap selain dapat melestarikan budaya pemanfaatan tanaman sebagi obat-obtan keluarga. Kehadiran Asman Toga Bersemi bisa juga memberikan dampak ekonomi yang positip serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Deasa Genengan, Arief Prasusetyo mengatakan, bahwa saat ini area Asman Toga Bersemi terdapat 263 jenis tanaman obat serta telah menghasilkan inovasi dari hasil tanaman obat tersebut sebanyak 65 jenis inovasi.

“Saat ini lokasi Asman Toga Bersemi ini baru mengelola sebanyak 263 jenis tanaman obat keluarga yang salah satunya telah berusia ratusan tahun, serta berhasil membuat inovasi sebanyak 65 inovasi, seperti Sirup Jahe, Curcuma sari temulawak dan lain sebagainya,” terang Arief.

Lebih lanjut Arief menjelaskan, bahwa ke depan pihaknya juga terus berupaya untuk menambah area pemanfaatan, serta pengembangan inovasi yang lainnya sebagai upaya untuk menunjang mewujudkan lokasi Asman Toga tersebut menjadi distinasi wisata pendidikan baru di Kabupaten Blitar.

“Bersama seluruh pengurus dan masyarakat, kami terus akan kembangkan keberadaan area ini mulai dari luas wilayahnya penambahan jenis tanaman serta tentu saja penambahan inovasi-inovasi pemanfaatan toga itru sendiri, untuk mewujudkan area ini menjadi obyek wisata pendidikan baru di kabupaten Blitar,” pungkas Arief. (464Ys)