GOWA—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) angkatan 113 Universitas Hasanuddin mengambil langkah inovatif dengan menginisiasi program pemetaan tata guna lahan di Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa.
Dalam keterangannya salah satu Mahasiswa KKN Unhas, Juanda Azhari, menegaskan, bahwa program ini bertujuan untuk menyediakan informasi spasial yang komprehensif mengenai karakteristik lahan guna membantu petani dalam menentukan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah mereka.
“Program ini dilaksanakan melalui serangkaian tahapan yang meliputi pengumpulan data lapangan, analisis data, dan penyusunan peta tata guna lahan. Mahasiswa KKN-T 113 menggunakan metode observasi langsung, wawancara dengan petani setempat, serta pemanfaatan teknologi Geographic Information System (GIS) untuk memperoleh informasi akurat terkait jenis tanah, topografi, ketersediaan air, dan faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap produktivitas pertanian,” ujar Juanda Minggu (2/2/2025).
Pemetaan ini menurutnya memiliki peran krusial dalam membantu petani mengoptimalkan hasil pertanian mereka. “Dengan informasi yang akurat mengenai karakteristik lahan, petani dapat menghindari kesalahan dalam pemilihan jenis tanaman, mengurangi risiko gagal panen, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka,” tambahnya.
Hasil pemetaan ini tidak hanya bermanfaat bagi petani, tetapi juga dapat menjadi referensi penting bagi pemerintah desa dalam menyusun kebijakan pembangunan dan pengembangan sektor pertanian. Dengan adanya peta tata guna lahan yang sistematis, diharapkan perencanaan pembangunan desa dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN-T 113 Universitas Hasanuddin ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Mereka tidak hanya memberikan ilmu dan teknologi baru bagi petani, tetapi juga menjadi katalisator dalam mendorong kemajuan desa, khususnya di sektor pertanian.
“Harapan kami, program ini dapat memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi Desa Pattallikang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menerapkan metode serupa dalam pengelolaan sumber daya lahan mereka,” pungkas Juanda. (Cj/Ag4ys)
Citizen Journalism: Juanda Azhari (Mahasiswa Peternakan Unhas)













