MAKASSAR—Pemerintah Kota Makassar akan memperingati Hari Lingkungan Hidup Nasional 2025 dengan peluncuran tiga program strategis pada kegiatan Car Free Day di Jalan Jenderal Sudirman, Minggu pagi, 29 Juni 2025. Program ini menjadi bagian dari komitmen serius pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin – Aliyah Mustika Ilham (MULIA), dalam mendukung agenda nasional Gerakan Indonesia Bersih 2030.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmi Budiman, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial. Pemerintah ingin memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu program yang akan diluncurkan adalah Gerakan Bebas Sampah Plastik di lingkungan instansi pemerintahan. Seluruh kantor pemerintahan kota didorong untuk menghentikan penggunaan plastik sekali pakai dalam kegiatan operasional harian.
Selain itu, Pemerintah Kota juga menggalakkan Gerakan Jumat Bersih. Kegiatan ini akan melibatkan perangkat kelurahan, sekolah, hingga komunitas warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan secara rutin setiap hari Jumat. Gerakan ini diharapkan menjadi budaya baru yang tumbuh dari partisipasi masyarakat, bukan hanya sebatas kegiatan formal pemerintah.
Di sisi lain, program pembebasan iuran sampah bagi warga berpenghasilan rendah juga akan mulai dijalankan tahun ini. Program ini menyasar rumah tangga yang menggunakan listrik berdaya 450 hingga 900 VA. Menurut Helmi, kebijakan ini akan dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) dan merupakan bagian dari visi Jalan Pengabdian MULIA 2025–2029. Pemerintah menilai program ini bukan bantuan, melainkan bentuk keadilan sosial dan hak dasar warga yang harus dijamin negara.
Tak berhenti di situ, DLH Makassar juga memperkenalkan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Salah satunya dengan penyediaan dropbox plastik di titik-titik strategis kota serta pengembangan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui kolaborasi bersama mitra dan komunitas. Beberapa komunitas seperti Rapor, Bertani, Berdaur, hingga Yayasan Peduli Negeri telah dilibatkan aktif dalam program ini. Masyarakat yang hadir dalam kegiatan juga bisa menukarkan botol plastik dengan suvenir menarik, seperti goodie bag dan tumbler, sebagai bagian dari edukasi nilai ekonomi sampah plastik.
Kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup ini akan diramaikan dengan senam pagi bersama, pameran komunitas peduli lingkungan, dan peluncuran regulasi lanjutan dalam bentuk surat edaran sebagai tindak lanjut revisi Perwali tentang pengelolaan sampah. Pemerintah ingin memastikan bahwa pendekatan tidak hanya mengedepankan sanksi, tetapi juga memberi insentif dan apresiasi sebagai upaya mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan kota.
Helmi menegaskan, Pemerintah Kota Makassar tidak ingin gerakan ini bersifat sementara. Semua langkah ini adalah bentuk transformasi menuju budaya bersih yang berkelanjutan dan menjadi kebiasaan seluruh lapisan masyarakat. (Ag4ys/4dv)

















