Membahayakan, Proyek Penanganan Longsoran di Ruas Jalan Poros Bantimurung Belum Diaspal

Membahayakan, Proyek Penanganan Longsoran di Ruas Jalan Poros Bantimurung Belum Diaspal
Proyek penanganan Longsoran Ruas jalan Poros Bantimurung Maros-Bone hingga kini belum Diaspal. Proyek senilai Rp6,8 Miliar itu bersumber dari APBN 2021 dikerjakan oleh PT. Tri Karya Utama Cendana. (Mediasulsel.com/Anshar Tomaru)

MAROS—Lipan Maros menyoroti proyek penanganan Longsoran Ruas jalan Poros Bantimurung Maros-Bone hingga kini belum Diaspal. Hal tersebut dapat memicu terjadinya kecelakaan. Proyek senilai Rp6,8 Miliar itu bersumber dari APBN 2021 dikerjakan oleh PT. Tri Karya Utama Cendana.

Ketua Lentera Independen Pemerhati Aspirasi Nusantara (LIPAN) Maros, Muh Tahir menilai, jika memang proyek tersebut dianggap selesai dengan keadaan seperti sekarang, diharapkan Pemprov Sulsel segera mengaspal ruas jalan tersebut agar tidak lagi menelan korban jiwa akibat kecelakaan di ruas jalan itu.

“Sudah banyak yang mengalami kecelakaan di ruas jalan tersebut disebabkan jalan berlubang dan berpasir. Sudah ada korban jiwa bernama Siwar (20) warga Dusun Batubassi, Desa Jenetaesa, Kec. Simbang, korban bersepeda motor terjatuh karena menghindari lubang,” ungkap Tahir kepada Mediasulsel.com, Jumat (25/5/2022).

Olehnya itu, Ia berharap pihak-pihak terkait untuk menindak lanjuti proyek penanganan Longsoran Ruas jalan kota Maros-Bone yang masih terbengkalai agar tidak menelan korban jiwa.

Diketahui, jalan yang terletak di Poros Bantimurung Maros KM 11 terletak di Lingkungan Pakalu, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung, Kab. Maros ini merupakan jalan yang menghubungkan Kabupaten Maros dengan Bone, terbilang cukup ramai dilewati pengguna jalan. (*)

Berita Lainnya
Lihat Juga:  Pengurus LIPAN Temui Kajari Maros, Ada Apa?

Berita terkait