Negeri yang menerapkan sistem kapitalisme itu memang memuakkan dan hanya menyengsarakan rakyat. Di satu sisi, rakyat akan dianggap beban. Di sisi lain, regulasi yang dibuat hanya akan menguntungkan pihak korporasi.
Berbeda halnya dengan Islam, Pengelolaan sumber daya alam dan energi merupakan kewajiban negara. Hal ini sebagai bentuk perwujudan bahwa pemimpin bertugas untuk mengurusi urusan rakyatnya.
Rasulullah SAW bersabda, “Imam yang diangkat untuk memimpin manusia itu adalah laksana penggembala, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban akan rakyatnya (yang digembalakannya)“ (HR. Imam Al Bukhari)
Oleh karenanya, negara harus secara berdikari mengelola kekayaan sumber daya alamnya lalu diberikan kepada rakyat secara gratis atau mungkin murah. Tak ada ketergantungan pada swasta ataupun asing.
Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis, “Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api.” (HR Abu Dawud dan Ahmad).
Di dalam Islam, hutan, air dan energi yang berlimpah itu wajib dikelola negara demi memenuhi hajat hidup orang banyak. Kekayaan alam termasuk tambang hutan, laut, Migas, dan sebagainya merupakan pemberian Allah kepada hamba-Nya sebagai sarana memenuhi kebutuhannya agar dapat hidup rakyat menjadi sejahtera dan makmur serta jauh dari kemiskinan.
Allah berfirman:
“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu …”. (Q.S. Al-Baqarah [2]:29)
Sungguh, sebuah kemustahilan mewujudkan kemandirian negara jika sistem yang masih bercokol di negeri ini adalah sistem ekonomi kapitalis. Tak ada aturan yang lebih baik selain aturan yang telah Allah tetapkan. Keberkahan tentu akan datang bila umat berjalan sesuai dengan syariat Islam.
Allah SWT berfirman:
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu…” (Q.S. Al-araf: 96).
Wallahu a’lam bish-shawab
Penulis: Andi Annisa Nur Dzakiyyah, S.Pd (Aktivis dakwah, praktisi pendidikan)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.













