OPINI—Pengarusutamaan program Moderasi Beragama makin masif. Generasi muda menjadi sasaran utama program ini. Beraneka program dilaunching demi menyukseskan goals yang memang sudah lama didesain Barat. Mirisnya, banyak rakyat yang tertipu dengan penyesatan diksi moderasi atau moderat. Tersebab dibungkus sangat apik dengan dalih yang terkesan sangat islami.
Moderasi Beragama bagai virus yang terus menggerogoti tubuh umat dalam beragam cara dan model. Saking urgennya, dimasukkan dalam program prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Tidak tanggung-tanggung, seluruh kementrian dilibatkan untuk mendukung program tersebut. Wajar saja jika dimana-mana didapati program yang menggandeng diksi moderasi beragama. Mulai dari sektor pendidikan, budaya, kegiatan sosial, dll.
Seperti dikutip dari tribunnews.com (22/03/2023), Pembimas Buddha Sulsel mengatakan bahwa pembinaan moderasi beragama merupakan program prioritas Kementerian Agama RI yang dijabarkan menjadi kegiatan pembinaan oleh Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI.
Oleh karena itu, siswa-siswi buddhis diharapkan bisa memahami keberagaman yang ada dan mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.
Pilot Project Moderasi Beragama
Sulsel sebagai salah satu provinsi yang menjadi pilot project Moderasi Beragama di Indonesia. Beragam program kemudian dimasifkan, terlebih melalui jalur Kementrian Agama RI. Seperti dilansir dari laman Kemenag, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Khaeroni menyampaikan bahwa dalam keberagaman diperlukan cara berpikir yang moderat, tengah-tengah atau wasathiyah, termasuk dalam memahami dan menafsirkan firman-firman Allah Swt.
Masih dalam laman yang sama, Kakanwil mengimbau pentingnya upaya penanaman toleransi dan kerukunan beragama sejak dini di Sulsel melalui pembinaan dan pendidikan keagamaan dengan membiasakan hidup Bersama, baik dalam pikiran maupun tindakan.
Hal ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama RI yang telah mencanangkan tahun 2022 sebagai tahun toleransi dan tahun 2023 sebagai tahun kerukunan umat beragama.












