MAKASSAR – Seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor, Muh Takwa alias Akdok(23) meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara, usai kejar-kejaran dengan aparat yang tergabung dalam Ops Pekat Lipu bersama Intel Kodam XIV Hasanuddin, Sabtu (4/11/2017) sekitar pukul 01.00 Wita.

Sebelumnya, pelaku yang merupakan warga Kompleks BTN Kodam 3 Blok A 4 No 6 Kelurahan Paccerakkang, Biringkanaya ini, ditangkap di Jl Talasalapang Raya, Makassar berdasarkan laporan polisi nomor: LP /1283/X/2017/ Restabes Makassar/Sek Rappocini, tanggal 30 Oktober 2017.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti dari pelaku yakni, 1 lembar baju Dinas PDH TNI AD berpangkat Peltu, tas TNI. Selanjutnya pelaku beserta barang bukti di serahkan ke pihak Intel Kodam Hasanuddin, Sertu Asri. Disebabkan pelaku kerap membawa senjata api (Senpi) dan mengaku sebagai anggota TNI AD.

Namun pihak Intel Kodam kembali menyerahkan pelaku ke anggota Ops Sikat Lipu dikarenakan yang pelaku bukan anggota TNI AD. Kemudian pelaku di jemput oleh Brigpol Syahiruddin.

Di Posko Resmob Polda Sulsel, petugas langsung melakukan Introgasi. Hasilnya pelaku mengakui melakukan pencurian sepeda Motor merek Yamaha Mio Soul GT warna merah dengan Nopol DD 4771 EP yang dilakukan pelaku pada Minggu (29/10/2017) lalu.

Pengakuan tersangka, motor hasil curian itu dibawa ke Jalan Talasalapang Raya Makassar, lalu dijual ke Rio alias Leo warga di BTN Bumi Permata Hijau, dengan harga Rp2 juta.

Pelaku Curanmor di Talasalapang Tewas, Polisi Temukan Senjata Rakitan
Barang bukti senjata api genggam rakitan dan 4 amunisi SS1 Kal 5,56 mm. (foto: Humas Polda Sulsel)

Keterangan tersangka, polisi membawa pelaku ke rumah Rio di Bumi Permata Hijau untuk mencari penadah dan barang bukti hasil kejahatannya dengan mengendarai mobil Honda Jazz warna hitam yang juga hasil curian milik Aiptu Arwin. Namun saat tiba di BTN Bumi Permata, Rio tidak berada dirumahnya.

Dari penjelasan pelaku, Rio alias Leo kerap bersembunyi di Desa Tete Batu, Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Gowa. Pelaku juga mengakui bahwa di lokasi tersebut, pelaku menyembunyikan Mobil Honda Jazz yang diduga dari hasil kejahatan.

Tim Ops Pekat Lipu Polda Sulsel lalu bergerak menuju ke Lokasi tersebut, namun Rio tidak berada di tempat. Disana polisi menemukan Mobil Honda Jazz dalam kondisi tidak terawat dan terparkir di samping salah satu rumah warga.

Namun di saat petugas mengecek mobil tersebut, tiba-tiba pelaku berhasil melepaskan lakban yang terikat di tangannya. Disaat bersamaan pelaku sudah dikemudi mobil milik Aiptu Arwin dan berupaya melarikan diri dengan mobil tersebut.

Melihat kejadian itu, petugas berusaha mengejar dan menghadang pelaku dengan cara melepaskan tembakan peringatan sebanyak 3 kali, namun diabaikan pelaku, justru pelaku berupaya menabrak petugas yang menghadang laju Mobil tersebut.

Salah satu petugas berupaya menghampiri pintu depan samping kanan mobil dan langsung menembak kaki kanan pelaku. Setelah tertembak, pelaku mencoba mengubah arah pelarian dengan cara menabrakkan pagar rumah warga yang berada di sekitar TKP.

Namun petugas tetap mengejar dan berupaya menghentikan laju kendaraan dengan cara menodong pelaku dari arah pintu depan sebelah kanan mobil. Pelaku berusaha merebut senjata petugas, akhirnya terjadi tarik menarik antara pelaku dengan petugas. Di saat itulah terdengar suara Letusan.

Setelah laju kendaraan sudah bisa di kuasai, pelaku lalu di perintahkan untuk turun. Pelaku melompat keluar dari mobil dan setelah di periksa, pelaku mengalami luka tembak di kaki Kanan dan lengan kanan hingga tembus ke dada.

Pelaku di Larikan ke RS Bhayangkara Makassar untuk perawatan medis, namun dalam perjalanan pelaku Muh Takwa alias Akdok meninggal dunia.

Barang yang di amankan dari pelaku yakni, 1 pucuk Senpi Genggam Rakitan dan 4 amunisi SS1 Kal 5,56 mm, 1 unit mobil merek Honda Jazz, 1 Handphone Coolpad, 1 unit Handphone merek Samsung dan dompet warna hitam. (alf/shar)

Pelaku Curanmor di Talasalapang Tewas, Polisi Temukan Senjata Rakitan
Barang bukti 1 unit mobil Honda Jazz milik anggota Polisi, Aiptu yang dirampas pelaku untuk menjalankan aksi kejahatannya. (Humas Polda Sulsel)