Koordinator Gebrak Indonesia Firman Prasetio, SH
Firman Prasetio, SH, Koordinator Gebrak Indonesia.

MAKASSAR—Komunitas Gerak Bersama Rakyat Anti Ketidakadilan (Gebrak) Indonesia mengapresiasi Jaksa Penuntut Umum KPK yang menuntut Agung Sucipto dua tahun penjara saat sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Negeri Makassar, Selasa (13/7/2021).

Anggu alias Agung Sucipto yang menjadi terdakwa pada sidang tersebut merupakan pemberi suap kepada Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah.

“Gebrak Indonesia mengapresiasi tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK pada terdakwa kasus suap Gubernur Sulsel nonaktif Prof Nurdin Abdullah, Agung Sucipto, alias Anggu,” kata Koordinator Gebrak Indonesia Firman Prasetio, SH, Selasa (13/7/2021).

Menurut Tio, sapaannya, pemberantasan tindak pidana korupsi tentunya tidak hanya menghukum pelakunya, tapi diharapkan dapat memberikan dampak pencegahan terhadap meluasnya praktek korupsi di kemudian hari.

“Posisi terdakwa Agung Sucipto sebagai kontraktor dalam posisi tersudut karena meskipun profesional dalam mengikuti tender proyek, bisa saja ia tidak akan menang jika tidak memberikan uang sebagai bentuk tanda terima kasih,” tambah alumnus Fakultas Hukum Unhas Makassar ini.

Ia juga mengapresiasi Anggu yang terbuka dalam memberikan keterangan selama persidangan sehingga memudahkan JPU mengungkap dan membuktikan perkara ini dan perkara lainnya.

Mengenai pelimpahan terdakwa Gubernur Sulsel nonaktif Prof. Nurdin Abdullah yang rencana akan disidang perdana pekan depan, Tio mengajak masyarakat untuk untuk mengawal pemeriksaan-pemeriksaan saksi di persidangan nantinya.

“Kita menginginkan penegak hukum dalam perkara ini benar-benar menegakkan keadilan,” ujar pengacara yang berdomisili di Makassar ini.

Ia juga meminta KPK lebih aktif dan lebih progresif dalam melakukan pemeriksaan-pemeriksaan kepada para kepala daerah terkait penggunaan anggaran-anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang jumlahnya cukup besar.

Diketahui, KPK menuntut pemberi suap kepada Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah, pengusaha Agung Sucipto alias Anggu, dituntut 2 tahun penjara.

Anggu diyakini telah menyuap Nurdin Abdullah 150 ribu dolar Singapura (SGD) serta Rp 2,5 miliar untuk mendapatkan sejumlah proyek di Sulsel.

“Kami penuntut umum menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Agung Sucipto dengan pidana penjara selama 2 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan pidana denda sebesar Rp250 juta subsider pidana kurungan pengganti selama 6 bulan,” ujar Jaksa KPK Muhammad Asri Irwan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Negeri Makassar, Selasa (13/7). (*)