AKBP Budi Susanto S.I.K, Kapolres Gowa. (Foto: ist)
AKBP Budi Susanto S.I.K, Kapolres Gowa. (Foto: ist)

SUNGGUMINASA—Mengantisipasi terjadinya pengambilan paksa pasien Covid-19 yang dirawat di lokasi karantina dan pengambilan jenazah di RS Rujukan maupun RS penyangga, pihak kepolisian Polres Gowa akan melakukan tindakan tegas kepada semua pihak yang mencoba coba melakukannya.

Hal tersebut dilakukan agar kejadian pengambilan paksa pasien dan atau jenazah yang terkonfirmasi Covid-19 yang pernah terjadi di beberapa daerah di Indonesia tidak terulang kembali.

Jajaran Polres Gowa akan melakukan koordinasi dengan TNI untuk menempatkan personel di lokasi yang dinilai rawan terjadinya aksi penjemputan paksa, baik terhadap pasien maupun jenazah yang terkonfirmasi covid 19 dengan harapan seluruh upaya pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dapat terlaksana dengan baik.

“Saya tidak akan mentolelir bila ada oknum yang mencoba-coba melakukan aksi pengambilan paksa baik terhadap pasien maupun jenazah yang telah terkonfirmasi covid 19 ini dan saya pastikan penegakan hukum akan saya lakukan,” tegas Kapolres Gowa, AKBP Budi Susanto S.I.K.

Seperti diketahui, jajaran Polres Gowa telah menindak tegas provokator yang melakukan penolakan pemakaman jenazah yang terjadi setahun lalu di lokasi pemakaman Macanda Kabupaten Gowa.

“Terkait pemaksaan pengambilan pasien dan jenazah yang terkonfirmasi Covid-19, saya tegaskan jangan dilakukan,” tambahnya. (*/70n)