Seorang ibu seharusnya melindungi dan mendidik anak dari usia dini setiap jenjang umur banyak didikan yang mampu dicurahkan bukan malah dengan memanfaatkan anak. Kesimpulannya bisa pada kata eksploitasi anak.
Peran Perempuan sekaligus sebagai ibu dalam aturan benar
Ibu adalah sosok yang memiliki peran penting dalam keluarga. Selain ayah sebagai kepala rumah tangga, ibu juga merupakan pondasi pendidikan anak dalam keluarga, tangan lembutnya serta kasih sayangnya tak hanya mampu merawat dan membesarkan, namun mampu menghantarkan buah hati terkasih ke gerbang kesuksesan.
Kedudukan seorang ibu begitu mulia dalam islam, bahkan sosoknya memiliki kemuliaan lebih besar dari pada ayah. Kemuliaan seorang ibu hingga disebut tiga kali dalam sabdanya. Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, Rasulallah SAW bersabda :
“Dari Abu Hurairah RA, dia berkata ada seorang laki-laki datang kepada Rasulallah SAW dan bertanya : ‘Wahai Rasulallah siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik ?’, Rasulallah menjawab : ‘Ibumu’. Lalu siapa lagi? ‘Ibumu’. Siapa lagi? ‘Ibumu’. Lalu siapa lagi? ‘Ayahmu’..”.
Olehnya itu, ketika kehidupan stabil dengan Islam akan melingkupi masyarakat terkhusus perempuan, tidak akan ditemukan lagi individu yang rela mengabaikan tanggungjawab utama menjadi seorang ibu. Perannya akan diberikan sebagaiamna mestinya.
Dengan menjadi tulang punggung bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan namun juga keiinginan, karena aturan benar yaitu Islam akan memberikan keamanan serta kenyamanan sebagai seorang ibu. Dengan memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan pendidikan kesehatan dan kemanan.
Para ayah akan diberikan pekerjaan yang layak sehingga mampu menjalankan tanggungjawab sebagai pencari nafkah. Sehingga para ibu fokus menjalankan peran domestiknya yang wajib sebagi ibu dan pengatur rumah tangga.
Islam memberikan tuntunan bagaimana seorang perempuan dan ibu menjalankan kehidupan termasuk dalam menjaga keselamatan anak. Dan islam juga mewajibkan negara untuk menjadi pelindung setiap rakyat termasuk anak-anak. Wallahua’lam bi shawab. (*)
Penulis: Sri Ummu Ahza (Aktivis Pemerhati masyarakat dan Pegiat Literasi)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.













