OPINI—Seiring berkembangnya teknologi dan bersamaan desakan kebutuhan ekonomi pasca covid, masyarakat berduyun-duyun mencari penghasilan dengan membuat konten-konten pada berbagai media social. Menjadi youtuber, selebgram dan lainnya. Memang tidak bisa dipungkiri dorongan mereka melakukan hal demikian.
Mereka berlomba-lomba untuk menjadi orang terkenal. Berbagai carapun mereka tempuh. Mulai dari mempertontonkan kemampuannya, memposting rutinitas kesehariannya, hingga membuat konten adegan berbahaya. Ada yang sampai mengorbankan nyawanya. Untuk apa itu semua? Hanya untuk konten, supaya terkenal.
Bahaya Populatritas
Kritikan untuk salah satu keluarga youtuber seklaigus selebgram ini belum berhenti. Pasalnya, pasangan satu ini mengajak bayinya yang berusia 5 bulan untuk naik jetski dengan sedikit mengebut ke tengah laut.
Dalam video yang diunggah dalam akun Instagram pribadinya, Anak bayinya hanya digendong oleh ayahnya yang sekaligus mengendarai jetski. Sementara kedua orangtuanya sama-sama terlihat menggunakan pelampung, sedangkan tidak untuk bayi yang usianya belum genap satu tahun tersebut (www.liputan6.com 06/01/23).
Meskipun ada beberapa komentar yang mewajarkan karena mereka adalah artis terkenal yang memposting aktivitas liburan bersama keluarga, namun tidak aman buat masyarakat yang menjadi pengikut bahkan penontonnya.
Selain itu ada beberapa konten viral lainnya juga yang tidak layak untuk menjadi tontonan hingga tuntunan. viral yang bahkan berujung merenggut nyawa semacam challenge tertentu dengan naik ke gedung tinggi atau yang lainnya.
Popularitas yang tidak benar adalah bukan manfaat yang dapat penonton ambil dari mereka namun justru contoh yang membahayakan.
Viral dari didikan aturan salah
Melansir dari Wonderopolis via Kompas.com, dulu arti kata viral merujuk pada sebuah penyakit yang sifatnya mudah menyebar. Tapi kini kata viral udah mengalami pembelokan makna. Kalau kita tahu sekarang, kata viral lebih menjelaskan momentum suatu fenomena yang menyebar luas dengan cepat.
Makna demikinlah yang sangat diinginkan oleh mereka yang ingin populer di dunia maya, mereka melakukan hal tersebut denga berbagai alasan. Disamping kodratnya manusia memiliki naluri ingin eksis hanya saja tidak ada yang membatasi malah dibebaskan oleh aturan yang menagturnya.
Alasannya yang utama adalah agar dapat eksis dalam kelayakan ekonomi mereka dari desakan kebutuhan maupun kebutuhan lifestyle masyarakat. Sehingga suatu yang tidak mencenangkan ketika seseorang ingin viral dengan menghalalkan segala cara tanpa melihat keselamatan.













