PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat • Gubernur Sulsel Tegaskan, Sitti Husniah Talenrang Tetap Jalankan Tugas Selama Belum Ditahan • 4 Pintu Uang Bupati Gowa Dibongkar Polda Sulsel, Jejaknya Mengarah ke Rumah dan Mobil Miliaran • Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama IAMI, Imam Masjid Dunia Satukan Langkah di Jakarta • Budaya Toraja, Bugis dan Makassar Tampil di Panggung Nasional BKMT • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat • Gubernur Sulsel Tegaskan, Sitti Husniah Talenrang Tetap Jalankan Tugas Selama Belum Ditahan • 4 Pintu Uang Bupati Gowa Dibongkar Polda Sulsel, Jejaknya Mengarah ke Rumah dan Mobil Miliaran • Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama IAMI, Imam Masjid Dunia Satukan Langkah di Jakarta • Budaya Toraja, Bugis dan Makassar Tampil di Panggung Nasional BKMT •
Opini

Prof Dr Din Syamsuddin: Hizbut Tahrir Menampilkan Wajah Islam Indonesia yang Tegas, Santun dan Cerdas

1664
×

Prof Dr Din Syamsuddin: Hizbut Tahrir Menampilkan Wajah Islam Indonesia yang Tegas, Santun dan Cerdas

Sebarkan artikel ini
Prof Dr Din Syamsuddin: Hizbut Tahrir Menampilkan Wajah Islam Indonesia yang Tegas, Santun dan Cerdas
Prof Dr Din Syamsuddin (Foto: Istimewa)

OPINI—”Adanya Hizbut Tahrir ini menjadikan gairah dakwah di Indonesia hidup. Keberanian Hizbut Tahrir ini menjadi daya dorong bagi gerakan Islam dan ormas lainnya untuk bersemangat membina umat”

“Harus kita akui bahwa Hizbut Tahrir telah berubah menjadi salah satu organisasi yang diperhitungkan di Indonesia. Hal ini tidak lepas dari konsistensi Hizbut Tahrir dalam menyampaikan ide-idenya di tengah masyarakat.”

Meski sebagian ide dakwahnya, khususnya mengenai konsep negara, masih terasa asing di Indonesia, Hizbut Tahrir terus menyuarakan ide tersebut.

Mereka cukup lihai mengemas ide khilafah ini dalam berbagai bentuk. Selain itu, konsep-konsep yang ditawarkan Hizbut Tahrir pun cukup pas dengan kondisi kekinian yang dihadapi negeri ini.

Misalnya dalam kasus migas, pornografi dan pornoaksi, intervensi asing, penodaan agama, ketidakadilan dan kezhaliman, liberalisme dan pluralisme.

Satu hal lagi, ide dan konsep Hizbut Tahrir ini disampaikan dengan santun dan intelek. Ini saya kira menempatkan Hizbut Tahrir punya tempat sendiri dalam kacamata pengamat gerakan Islam dan masyarakat.

“Dan saya kira itulah yang sering disampaikan saudara Ismail Yusanto bahwa Hizbut Tahrir mengemban dakwahnya tanpa kekerasan, tapi lebih bersifat pemikiran”. Hizbut Tahrir telah menampilkan wajah Islam pemikir dan konseptual. Maka, ketika radikalisme–dengan makna kekerasan–disematkan pada Islam, Hizbut Tahrir sulit atau tidak bisa dimasukkan ke dalamnya.

Secara tidak langsung, keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia bisa menjadi salah satu penampakan wajah Islam di Indonesia yang tegas tapi tetap santun dan cerdas. Bisa menghormati orang lain, tapi tetap memegang prinsip.

“Nah, dalam situasi negeri kita seperti sekarang, saya kira ide-ide dan konsep yang ditawarkan oleh Hizbut Tahrir patut diperhatikan. Beberapa di antara ide-idenya sama persis dengan ide para tokoh pejuang muslim dan founding father’s negera ini yang belum pernah terwujud.” (*) 

Sumber: Kata Pengantar oleh Prof. Dr. Din Syamsuddin (Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat dan Mantan Ketua PP Muhammadiyah) di dalam Buku Jubir HTI, M. Ismail Yusanto, Amunisi Kata dan Amunisi Pena cet. 1 tahun 2016, Irtikaz. (visimuslim.net) 

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com