PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • HIMAKAHA FK Unhas Paparkan Capaian Program OCEANS di Desa Popo Takalar • DPRD Makassar Sahkan APBD Perubahan 2026 Rp5,26 Triliun, Fraksi Soroti Arah Belanja Pemkot • Serapan Anggaran Tersendat, Sekda Makassar Minta OPD Kuasai Aturan Pengadaan • Vape Narkoba Incar Generasi Muda: Kejahatan Berkedok Tren • HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Nikah Massal Gratis untuk 210 Pasangan • DPRD Makassar Desak Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • HIMAKAHA FK Unhas Paparkan Capaian Program OCEANS di Desa Popo Takalar • DPRD Makassar Sahkan APBD Perubahan 2026 Rp5,26 Triliun, Fraksi Soroti Arah Belanja Pemkot • Serapan Anggaran Tersendat, Sekda Makassar Minta OPD Kuasai Aturan Pengadaan • Vape Narkoba Incar Generasi Muda: Kejahatan Berkedok Tren • HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Nikah Massal Gratis untuk 210 Pasangan • DPRD Makassar Desak Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah •
News

UIN Yogyakarta Larang Mahasiswi Memakai Cadar

362
×

UIN Yogyakarta Larang Mahasiswi Memakai Cadar

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA – Kebijakan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga di Yogyakarta yang melarang mahasiswi untuk menggunakan cadar menuai kritik dari kalangan kelompok muslim dan para aktivis hak-hak perempuan. Pelarangan penggunaan burka itu diberlakukan lantaran khawatir dengan penyebaran paham radikal di kampus.

Interpretasi agama yang cenderung konservatif makin berkembang di Indonesia, hingga banyak kalangan melihat tren ini sebagai ancaman terhadap reputasi sebagai negara yang mendukung keberagaman dan toleransi agama.

UIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta mengatakan akan menawarkan konseling kepada 41 mahasiswi yang mengenakan burqa dan kemudian akan meminta para mahasiswi untuk menanggalkan cadarnya bila mereka ingin lulus, Reuters melaporkan, Rabu (7/3).

Front Pembela Islam dalam pernyataannya mengatakan kebijakan itu “tidak masuk akal” dan bertentangan dengan upaya negara untuk mempertahankan keberagaman.

Aktivis hak-hak perempuan mencela keputusan itu dan menggambarkan sebagai pembatasan atas kebebasan perempuan untuk mengenakan pakaian yang mereka inginkan.

“Menggunakan cadar menutupi seluruh wajah adalah pilihan dan kita tidak bisa ikut campur dengan pilihan dan kebebasan mereka,” kata aktivis perempuan, Lathiefah Widuri Retyaningtyas.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi, mengatakan radikalisasi yang dicontohkan dengan pemakaian burka merusak proses belajar.

“Mahasiswi yang mengenakan burka dan kelompok-kelompok radikal, mereka mengganggu proses mengajar,” kata Wahyudi.

“Kami mengedepankan Islam yang moderat,” kata Wahyudi, seraya menambahkan bahwa kebijakan itu adalah “tindakan pencegahan untuk menyelamatkan para mahasiswa dan mahasiswi.”

Para mahasiswa diperbolehkan menggunakan hijab biasa yang tidak menutup wajah.

Sebuah survei baru-baru ini menunjukkan hampir seperlima siswa SMU dan mahasiswa universitas mendukung pendirian negara khilafah, dibanding pemerintahan sekuler.

Hasil survei membuat khawatir pihak berwenang, yang masih berusaha menahan pengaruh kelompok-kelompok baik militan maupun perdamaian. [voa/4ld]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com