MAKASSAR—Angka harian kasus positif COVID-19 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terus meningkat. Meski begitu, ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan masih memadai.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah, memberikan informasi ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di Makassar dalam menghadapi lonjakan kasus.
“Data BOR kita itu untuk ketersediaan tempat tidur, itu sebanyak 1.384 yang tersedia, yang terpakai itu 132. Itu data BOR, berarti kita ada di posisi 9,61 persen,” kata Nursaidah belum lama ini.
Angka kasus COVID-19 harian di Kota Makassar terus meningkat dalam sepekan terakhir. Bahkan kasus harian sempat mencapai 322 pada 9 Februari 2022 kemarin, atau tertinggi sepanjang tahun ini. Angka ini melonjak drastis dari sehari sebelumnya yang mencapai 185 kasus.
Dalam kondisi yang dibutuhkan, tempat tidur di Makassar masih dapat digunakan. Nursaidah pun mengimbau masyarakat untuk tidak perlu terlalu khawatir.
“Sekali lagi, walaupun banyak kasus dirilis per harinya, intinya bagaimana kita menekan untuk tidak ada masuk ke RS atau sedikit di RS. Terbukti sekarang 322 yang masuk di RS itu, 4 orang dengan gejala sedang bukan gejala berat,” kata Nursaidah.
Menurut Nursaidah, penyebaran Omicron memang sangat cepat tapi itu sebanding dengan tingkat penyembuhannya. Karena itu, pasien yang terkonfirmasi Omicron tidak terlalu lama dirawat di rumah sakit.
“Karena memang Omicron ini sangat cepat tapi penyembuhannya juga sangat cepat. Untuk hari ke-5 itu sudah bisa dilakukan PCR untuk melihat kalau dia negatif berarti harus ulang besoknya. Kalau 2 kali berturut-turut negatif itu dianggap sudah sehat,” katanya. (*)













