Lantas mengapa mereka tetap saja mempersuasi umat Islam untuk mengkonsumsi miras?
Mana mungkin mereka tidak tahu bahwa hal tersebut terlarang bagi umat Islam? Hal ini disebabkan karena nilai yang dikejar adalah nilai materi semata. Apapun akan dilakukan demi mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya bahkan menentang Tuhan sekalipun tidak masalah.
Inilah watak kapitalisme yang menghalalkan segala cara atas nama keuntungan materi. Cara pandang inilah yang telah menguasai pemikiran umat manusia dan melandasi kehidupan masyarakat.
Selain itu ada juga tahap mengukur efektiftas promosi. Sejauh mana keterpengaruhan masyarakat dengan isi promosi yang disampaikan sehingga berdampak pada penjualan.
Biasanya promosi yang diluar dari hal yang biasa akan lebih menarik. Berarti alasan ketidaksengajaan yang dilontarkan pihak Holywings adalah dalih belaka karena viralnya promosi tersebut sudah diduga sebelumnya oleh pihak mereka sebab telah melalui proses pematangan promosi.
Jikalaupun ada yang membela dengan alasan bahwa hal ini adalah sebuah kreativitas yang tidak diperhitungkan akibatnya maka jelaslah bahwa kreativitas saat ini tidak dipandu oleh nilai-nilai luhur.
Orang-orang dengan seenaknya mengucapkan atau melakukan sesuatu tanpa melihat norma agama dan aturan yang berlaku di tengah-tengah masyarakat.
Ditambah lagi sistem kehidupan kita saat ini sangat mengagungkan kebebasan. Kebebasan berpendapat dan berperilaku sering dijadikan alasan untuk bebas berbuat dan berprilaku apa saja atas nama HAM.
Agama hanya dijadikan sebagai status dan berakhir pada tempat-tempat ibadah saja tidak mengatur bagaimana manusia berkata dan berbuat.













