Holywings dan Tabiat Kapitalisme

Holywings dan Tabiat Kapitalisme
Andi Tenri Rawe (Praktisi Pendidikan)

OPINI—Promo miras yang mencatut nama Muhammad dan Maria yang dilakukan pihak Holywings berbuntut pelaporan oleh sejumlah pihak. Tak hanya melukai umat Islam, penggunaan nama Maria juga melukai perasaan umat Nasrani.

Unggahan promo tersebut memberikan layanan minum gratis di tempat bagi pengunjung yang bernama Muhammad dan Maria. Pemilihan dua nama yang sangat erat kaitannya dengan kepercayaan agama tertentu.

Dalam kepercayaan umat Islam, Muhammad adalah nama nabi pembawa syariat Islam, manusia termulia dan teladan mereka, sedangkan Maria atau Maryam adalah ibunda Nabi Isa as yang juga diimani oleh umat Islam.

Meskipun Holywings telah  meminta maaf kepada publik dan berjanji akan menindak tegas pihak promosi tetapi penistaan telah terjadi. Pengakuan bahwa pihak Holywings tidak mengetahui adanya unggahan promo miras tersebut tidak dipercaya oleh masyarakat begitu saja.

Benarkah Tak Sengaja?

Dalam dunia marketing, menyusun bahan promosi tentu melalui serangkaian proses. Hal paling awal yang dilakukan adalah menentukan target market.

Pemilihan nama Muhammad sudah jelas menunjukkan bahwa segmentasi pasar yang dituju adalah umat Islam. Muhammad sebagai nama nabi Umat Islam, merepresentasikan seluruh umat Islam.

Berita Lainnya

Padahal jelas umat islam diharamkan mengkonsumsi minuman beralkohol seberapapun kandungan alkoholnya. Baik membuat mabuk ataupun tidak sebab alkohol itu diharamkan karena zatnya.

Berita Terkait