JENEPONTO—Kepala UPT SDN 18 Binamu, Sahriah Sijaya, mengungkap sekolah yang dipimpinnya di Agangjene, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, rawan pencurian fasilitas sejak Agustus 2025 hingga awal 2026.
Sahriah Sijaya, S.Pd, menyebut pencurian terjadi berulang dan menyasar sejumlah perlengkapan sekolah.
“Pertama kami kehilangan kipas angin pada 19 Agustus 2025, kemudian Minggu berikutnya tanggal 5 September hilang lagi kipas angin di ruangan kelas 2, tanggal 25 September hilang lagi kipas angin, tanggal 5 Oktober hilang lagi kipas angin di sekolah,” ungkap Kepsek UPT SDN 18 Binamu, Sahriah Sijaya, Kamis (26/2/2026).
Ia menambahkan, selain kipas angin, pompa air juga ikut hilang.
“Kemudian lanjut Sahriah Sijaya, selanjutnya hilang juga pompa air merk zimitsu digondol maling. Puncaknya pada tanggal 6 Januari baru masuk anak sekolah langsung hilang camera CCTV satu buah yang sengaja dicabut,” ujarnya.
Pihak sekolah telah melaporkan pencurian berantai tersebut ke kepolisian, namun pelaku belum diketahui.
“Pelakunya belum ada ditahu. Mungkin orang sekitar di sini juga dan tidak mungkin orang jauh datang ke sini, yang tahu medan orang sekitar sini,” terangnya.
“Saya laporkan kejadian pencurian CCTV di bulan Pebruari 2025 ini di Polres Jeneponto. Katanya pihak Polres Jeneponto, tunggu sementara dalam penyelidikan ini,” kata Kepsek Sahriah Sijaya.
Ia meminta dukungan aparat keamanan setempat.
“Saya mohon kerjasama dari bapak Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Empoang, mohon bantuannya,” pinta Sahriah Sijaya.
Menurutnya, hilangnya fasilitas sekolah berdampak pada rasa aman guru.
“Selain itu, mohon perhatian dan kepedulian dari pihak pemerintah setempat yaitu lurah dan kepala lingkungan untuk keamanan area sekolah. Guru-guru juga was-was takut menyimpan fasilitas pembelajaran di sekolah karena takut nanti ada yang mencurinya,” pungkasnya. (*)














