Terdapat tiga agenda utama, yaitu 70% dari prioritas program menyasar langsung pelaku UMKM dan koperasi anak muda, perempuan dan fokus untuk mendukung pengembangan usaha yang ramah lingkungan.
Pemulihan transformatif kedua ialah mendorong pembiayaan UMKM dan koperasi bergeser dari sektor perdagangan ke sektor riil. Dan pemulihan transformatif 2022 menargetkan sedikitnya 30 persen dari total UMKM sudah masuk ke dalam ekosistem digital atau sebanyak 20 juta UMKM.
Pengembangan UMKM untuk bangkit pasca pandemi membutuhkan pendekatan berbasis ekosistem yang tidak hanya holistik dari hulu ke hilir, namun juga menyertakan inisiatif dan sinergi dari seluruh stakeholder.
Sektor UMKM harus tetap bangkit dan berdaya dengan kolaborasi multipihak, dengan menggelorakan gerakan UMKM Naik Kelas melalui strategi pendampingan 5-Go: Go Digital, Go SDG’s, Go Global Standard, Go Modern, dan Go Formal.
Peran pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, disamping harus juga ada keinginan yang kuat dari pelaku UMKM agar bisa naik kelas melalui inovasi dan kreatifitas dalam pengembangan usahanya.
Kolaborasi multipihak pengembangan UMKM ini diwujudkan adalah kerjasama yang terdiri dari akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media atau yang dikenal dengan sinergi pentahelix. Pentahelix melibatkan akademisi terdiri dari unsur mahasiswa, dosen, peneliti dari berbagai perguruan tinggi.
Sektor bisnis melibatkan pengusaha dan asosiasi pengusaha ataupun asosiasi profesi semua bidang. Komunitas meliputi komunitas kreatif, lembaga donor, pendamping UMKM dan masyarakat secara luas, serta media lokal cetak, elektronik maupun online.
Diperlukan kebijakan dalam meningkatkan kapasitas UMKM, terutama dalam mengatasi beragam permasalahan struktural UMKM seperti kualitas dan kontinuitas produksi, akses pemasaran, kemasan, kualitas SDM/pelaku UMKM di bidang manajerial, keuangan dan produksi, dll.
Tidak kalah pentingnya menyiapkan UMKM yang berjiwa entrepreneur. Jumlah usaha mikro saat ini yang sangat banyak jangan terus membesar dari sisi jumlah, namun mengalami stagnasi usaha.
Disinilah pentingnya pemberdayaan usaha mikro menjadi wirausaha mapan yang akan memperkuat ekonomi rakyat agar struktur ekonomi nasional lebih berkeadilan. Selamat hari UMKM Internasional. Semoga UMKM makin eksis dan naik kelas, tetap tangguh dan bertumbuh, memasuki musim semi pasca pandemi. (*)
Penulis: Bahrul ulum Ilham (Koordinator Konsultan PLUT Sulawesi Selatan)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.













