PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 PC Muslimat NU Dikerahkan Kawal 177.500 Susu untuk Anak Sulsel • 27 Tusukan Akhiri Hidup Istri di Samata, Suami Ditemukan Tewas Bakar Diri • 177.500 Pcs Susu Disalurkan ke Anak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel • Makassar Jadi Pilot Project Nasional, 6.032 RT/RW Dikerahkan Kawal Warga Dapat Perlindungan Sosial • Family Gathering di Tanjung Bayang, Jajaran Kelurahan Bitowa Perkuat Kekompakan • Tetra Pak Dorong Hilirisasi Kelapa Indonesia dari Manado •
Opini

Papua: Sengsara di Negeri Kaya?

2143
×

Papua: Sengsara di Negeri Kaya?

Sebarkan artikel ini
Papua
Nur Wahyuni Jamal (Aktivis Muslimah)

OPINI—Papua menjadi wilayah Indonesia dengan penduduk miskin paling banyak periode Maret-September 2022, hal ini berbanding terbalik dengan fakta bahwa Papua sangat kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) hingga dijuluki “surga kecil yang jatuh ke bumi”.

Ditambah dengan adanya kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang membuat kerusuhan hingga membantai rakyat tanpa pandang bulu, serta gempa yang baru-baru ini turut menggoncang. Begitu banyaknya kejadian yang terjadi, namun negara belum memperlihatkan keseriusannya dalam menangani hal ini.

 

Papua Kaya tapi Miskin

Papua merupakan salah satu wilayah yang memiliki tambang emas terbesar di dunia. Bahkan, sekitar 20 tahun yang lalu, Tambang Grasberg di Mimika Papua menjadi tambang emas terbesar di dunia. Namun kini, cadangan emas tersebut kian menyusut lantaran diambil secara besar-besaran oleh PT Freeport milik Amerika.

Dengan kekayaan yang melimpah, seharusnya kesejahteraan bisa dimiliki oleh masyarakat Papua. Namun realitasnya, rakyat Papua bagai “ayam mati di lumbung padi”. Mereka hanya bisa gigit jari saat kekayaannya dikeruk asing.

Mirisnya, pemerintah malah berdiri bersama korporasi. Buktinya, kontrak karya PT Freeport yang harusnya selesai pada 2021, malah diperpanjang hingga 2041.

Padahal, penambangan yang telah dilakukan PT Freeport puluhan tahun itu, meninggalkan banyak problematik, dari mulai problem lingkungan, kemiskinan dan ketimpangan, kebodohan, kriminalitas, pelacuran, HIV/AIDS, narkoba, dan lain-lain

Berdasarkan data persentase penduduk miskin di Indonesia, Provinsi Papua memimpin provinsi dengan persentase tertinggi pada September 2022 yakni sebesar 26,80% meningkat 0,24% poin terhadap Maret 2022. Meski begitu, angka tersebut menurun sedikit sebesar 0,58 persen poin jika dibandingkan pada September 2021 (CNBC Indonesia, 17/01/2023).

 

KKB Tak Kunjung Usai

Keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) alias Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah masalah politik utama yang terus menjejakkan bara di Papua.

Krisis KKB seolah tidak kunjung usai. Keberadaannya tidak hanya meresahkan warga pendatang, tetapi juga warga lokal di sana. KKB menyasar siapa saja termasuk pekerja swasta hingga guru sekolah.

Polda Papua mencatat, pada 2022 ada sekitar 90 kasus kejahatan yang dilakukan KKB. Dari catatan itu, sedikitnya ada 53 korban meninggal dunia, baik warga sipil, TNI, maupun Polri (CNN Indonesia, 09/02/2023).

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com