OPINI—Papua menjadi wilayah Indonesia dengan penduduk miskin paling banyak periode Maret-September 2022, hal ini berbanding terbalik dengan fakta bahwa Papua sangat kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) hingga dijuluki “surga kecil yang jatuh ke bumi”.
Ditambah dengan adanya kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang membuat kerusuhan hingga membantai rakyat tanpa pandang bulu, serta gempa yang baru-baru ini turut menggoncang. Begitu banyaknya kejadian yang terjadi, namun negara belum memperlihatkan keseriusannya dalam menangani hal ini.
Papua Kaya tapi Miskin
Papua merupakan salah satu wilayah yang memiliki tambang emas terbesar di dunia. Bahkan, sekitar 20 tahun yang lalu, Tambang Grasberg di Mimika Papua menjadi tambang emas terbesar di dunia. Namun kini, cadangan emas tersebut kian menyusut lantaran diambil secara besar-besaran oleh PT Freeport milik Amerika.
Dengan kekayaan yang melimpah, seharusnya kesejahteraan bisa dimiliki oleh masyarakat Papua. Namun realitasnya, rakyat Papua bagai “ayam mati di lumbung padi”. Mereka hanya bisa gigit jari saat kekayaannya dikeruk asing.
Mirisnya, pemerintah malah berdiri bersama korporasi. Buktinya, kontrak karya PT Freeport yang harusnya selesai pada 2021, malah diperpanjang hingga 2041.
Padahal, penambangan yang telah dilakukan PT Freeport puluhan tahun itu, meninggalkan banyak problematik, dari mulai problem lingkungan, kemiskinan dan ketimpangan, kebodohan, kriminalitas, pelacuran, HIV/AIDS, narkoba, dan lain-lain
Berdasarkan data persentase penduduk miskin di Indonesia, Provinsi Papua memimpin provinsi dengan persentase tertinggi pada September 2022 yakni sebesar 26,80% meningkat 0,24% poin terhadap Maret 2022. Meski begitu, angka tersebut menurun sedikit sebesar 0,58 persen poin jika dibandingkan pada September 2021 (CNBC Indonesia, 17/01/2023).
KKB Tak Kunjung Usai
Keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) alias Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah masalah politik utama yang terus menjejakkan bara di Papua.
Krisis KKB seolah tidak kunjung usai. Keberadaannya tidak hanya meresahkan warga pendatang, tetapi juga warga lokal di sana. KKB menyasar siapa saja termasuk pekerja swasta hingga guru sekolah.
Polda Papua mencatat, pada 2022 ada sekitar 90 kasus kejahatan yang dilakukan KKB. Dari catatan itu, sedikitnya ada 53 korban meninggal dunia, baik warga sipil, TNI, maupun Polri (CNN Indonesia, 09/02/2023).













