Namun, saat ini yang tampak di depan mata kita tidaklah demikian. Karena pada faktanya negara kita terkenal sebagai negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam baik di darat maupun di perairannya.
Tapi, disisi lain persoalan kemiskinan masih ada, lapangan kerja tidak memadai, pengangguran di mana-mana, PHK masih sering terjadi dan masih banyak persoalan yang lain.
Dengan kata lain walau negeri ini kaya akan sumber daya alam tapi sebagian besar masyarakat masih jauh dari kata sejahtera. Ini semua terjadi bisa jadi karena pengelolaan SDA yang kurang tepat.
Mengingat yang menjadi pijakan dalam mengelola SDA saat ini adalah sistem kapitalisme yang membolehkan swasta dan individu untuk mengelola kekayaan alam suatu negeri.
Akibatnya, kekayaan alam yang seharusnya dikelola oleh negara untuk kemaslahatan dan kesejahteraan tiap warga negara hanya bisa dirasakan oleh segelintir orang saja.
Hingga menyebabkan ketimpangan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat. Di satu sisi ada beberapa kalangan yang terkategori kaya atau sejahtera tapi disisi lain sebagian besar kalangan terkategori miskin.
Faktor Kemiskinan inilah yang mendorong para perempuan khususnya kaum Ibu untuk bekerja diluar rumah. Akibatnya waktu, tenaga dan pikiran mereka seharusnya dimaksimalkan untuk anak, suami, dan keluarga, mau tidak mau harus terbagi ketika mereka bekerja di luar rumah.
Hal inilah yang menyebabkan seorang ibu mudah stress dan sulit dalam mengontrol emosi. Dalam kondisinya seperti ini berpeluang memicu terjadinya kekerasan terhadap anak. Dan akan mempengaruhi tumbuh kembang sang anak kedepannya.













