JAKARTA – Sikap netral dalam pesta demokrasi 2019 mendatang sangat diharapkan. Hal ini guna mengantisipasi Golongan Putih (Golput) yang bisa aja terjadi dalam masyarakat.
HM Yasin Welson Lajaha, Anggota DPD RI asal Sulawesi Tenggara ini, netral dalam pilpres 2019 nanti.
“Netral bukan berarti golput,” ujarnya, saat ditemui di ruang kerjanya Gedung DPD RI, Senin (29/10/2018) sore.
Lajaha berharap siapapun yang terpilih nanti dan akan membuat kebijakan negara ini hendaklah mengutamakan cita cita dan visi bangsa ini ke depannya.
Lebih lanjut anggota komite 4 dan juga wakil ketua Panitia perancang Undang-undang ini menjelaskan, visi negara kita sudah jelas membangun manusia Indonesia seutuhnya. Membangun raga nya dan membangun jiwa nya.
“Apa yang mau di bangun? Yang bagaimana manusia Indonesia seutuhnya?”
Menurut pria lulusan Universitas Muslim Indonesia Makasar ini manusia Indonesia seutuhnya adalah manusia yang mengenal Tuhan nya, memulia sesama manusia, membina persatuan dan selalu berjiwa demokratis.
Selain itu manusia Indonesia yang seutuhnya haruslah memahami lima kepentingannya. Kepentingan pribadi, golongan, umum, bersama dan kepentingan yang sama.
“Untuk mewujudkan nya harus memahami itu dulu” tegas pria 49 tahun ini.
“Untuk sebuah kepentingan golongan haruslah menanggalkan kepentingan pribadi”
“Untuk kepentingan bersama harus menanggalkan golongan”
“Demi kepentingan umum tinggalkan kepentingan bersama”
Dan demi kepentingan yang sama yaitu kepentingan negara dan rakyat Indonesia kedepan, semua harus kita tanggalkan.
Demi terwujudnya cita cita bangsa yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Kita kan sudah 73 tahun merdeka apa yang salah di negri ini?,” tanyanya.
Menurutnya saat ini anggaran dasar rumah tangga semua partai sudah bagus. Seluruh rancangan UU yang di buat oleh DPR RI yang di usulkan oleh DPD RI dan pemerintah sudah bagus.
Hanya mungkin menurut Lajaha, dibutuhkan “sesuatu” dari negeri ini agar terwujud harapan rakyat seutuhnya.
Kemakmuran yang merata. Keadilan di tegakkan dan semua itu dapat di nikmati oleh seluruh rakyat.
Karena Yasin melihat negara kita sangatlah besar dan kaya. Indonesia termasuk negara yang memiliki kekayaan alam nomor 2 di dunia.
Dengan jumlah penduduk nomor 4 terbanyak di dunia. SDM dalam negeri pun menurutnya sudah sangat luar biasa.
“Yang kurang itu apa? Tanya yasin. “Modal” kita kekurangan modal. Saat ini hutang negara kita telah mencapai Rp4.169,9 triliun.
“Kenapa kita harus berhutang?” Karena ingin mewujudkan cita cita bangsa ini yang sebenarnya.
Maka seluruh pemimpin dan pemangku kebijakan di negeri ini berusaha mati-matian bagaimana mewujudkannya.
Oleh karena itu, ayah 8 anak ini sangatlah berharap kelak pemilu 2019 nanti adalah pemilu yang menentukan kemana arah bangsa ini kedepan.
“Mudah-mudahan bangsa ini bisa berubah semakin lebih baik dan bagus lagi. Makin bisa dirasakan nya nilai kemerdekaan oleh seluruh anak bangsa Indonesia ini,” pungkasnya. [*/bas/shar]













