JENEPONTO—Sejumlah keluarga anggota Satpol Pol PP, almarhum Resman bin Rade’ sangat menyayangkan sikap dari Kasat Pol PP Kabupaten Jeneponto, Saharuddin yang dianggap tak ada kepedulian secara langsung ke anggotanya yang meninggal dunia. Saharuddin tak menghadiri persemayaman dan pemakaman almarhum Resman bin Rade’.
Keluarga besar dari almarhum Resman ini menyoroti mengenai etika kepemimpinan dan penghargaan terhadap personel di lingkungan Satpol PP Kabupaten Jeneponto.
”Seharusnya Kasat Pol PP, Saharuddin hadir datang melayat secara langsung demi untuk menghargai anggotanya yang sudah mengabdi selama kurang lebih sekitar 12 tahun sejak dari tahun 2014 silam menjadi bagian dari dari Satpol Pol PP Jeneponto,” ungkap pihak keluarga almarhum Resman, Sabtu (4/4/2026).
Lanjutnya lagi, setidaknya ada juga Kasi (Kepala Seksi) atau Kabid (Kepala Bidang) yang diutus sebagai representasi instansi atau perwakilan dari pejabat di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jeneponto.
“Kasihan yang datang hanya beberapa orang anggota Satpol Pol PP yang diutus untuk mengupacarakan, tapi pulang sebelum dikubur karena alasan sebentar kembali lagi, namun anggota Satpol Pol PP datang saat jenazah telah berada dalam kuburannya,” bebernya.
Dengan demikian, almarhum Resman bin Rade’ tidak mendapatkan prosesi upacara pelepasan jenazah, yang biasanya menjadi standar prosedur atau tradisi bagi anggota Satpol Pol PP yang gugur atau wafat saat masih aktif.
Untuk diketahui, sebelum pemakaman dan saat almarhum terbaring di rumah duka, pihak keluarga Resman berusaha menghubungi Kasat Pol PP Saharuddin melalui sambungan telepon seluler namun dalam keadaan memanggil itu menandakan nomornya tidak aktif atau apalah. Namun, saat dikirimi pesan dalam tanda centang dua itu berarti nomor telah aktif namun belum sempat dibalas waktu itu langsung.
“Assalamualaikum tabe pak kasat kenapa tidak datangki melayat dan tidak mengupacarakan almarhum Resman, kemarin ?,” begitu bunyi pesan WhatsApp salah satu keluarga almarhum Resman kepada Kasat Pol PP Jeneponto, Saharuddin.
Selang satu hari pasca penguburan Resman, Kasat Pol PP Jeneponto, Saharuddin meminta maaf ke pihak keluarga almarhum Resman, atas ketidakhadirannya di saat persemayaman, penguburan, dan saat yang seharusnya digelar upacara pemakaman bagi almarhum Resman.
“Minta maaf saya tidak sempat hadir melayat dan tidak sempat menggelar upacara pemakaman almarhum Resman, berhubung sedang berada di Makassar untuk menghadiri acara pesta keluarga di Makassar,” kata Saharuddin, Minggu (5//4/2026).
“Coba saya ada di Jeneponto pasti saya upacarakan karena sebelumnya tidak ada yang terlewatkan untuk diupacarakan kalau ada seperti itu,” tambah Saharuddin. (*)













