Bullying, Tantangan Guru Hingga Negara

Bullying, Tantangan Guru Hingga Negara
St. Maemunah, S.Pd, CM.NLP (Praktisi Pendidikan dan Aktifis Muslimah)

Membangun Sinergitas

Sehingga untuk menghentikan terjadinya kembali perilaku bullying perlu adanya sinergitas yang terbangun antara pendidikan di rumah, sekolah dan masyarakat sebagai tiga pilar utama pendidikan.

Pertama, rumah sebagai sekolah pertama dan utama bagi anak, harus difungsikan dengan baik dimana orang tua dan anggota keluarga yang lainnya. Mereka adalah teladan bagi anak untuk pembentukan budi pekertinya. Sehingga orang tua perlu menanamkan nilai-nilai agama sejak dini kepada anak-anaknya.

Kedua, sekolah sebagai salah satu tempat tumbuh kembang anak, mampu mengembangkan pribadi anak didik secara menyeluruh, disamping fungsinya menyampaikan pengetahuan dan melaksanakan pendidikan yang cerdas.

Guru sebagai salah satu warga sekolah  adalah ujung tombak pendidikan. Merekalah yang akan menerapkan sistem pendidikan, manajemen, kurikulum, dan seluruh perangkat pendidikan yang di butuhkan serta membimbing dan mendidik generasi unggul.

Ditangan gurulah dengan cara apa dan bagaimana peserta didik terbentuk, baik secara kepribadian maupun prestasi akademik. Meski, harus ada sinergitas antara orang tua dan guru. Namun, tidak dipungkiri, peran guru sangat penting dalam menentukan masa depan pendidikan.

Berita Lainnya

Guru bukan hanya mampu memberikan pelajaran tentang materi di dalam kelas. Namun guru juga harus memiliki kepribadian yang baik untuk diteladani oleh siswanya. Dengan kepribadian yang baik tersebut, nantinya akan memberikan dampak positif terhadap sikap dan perilaku siswa di sekolah.

Maka dari itu guru seharusnya memiliki sikap dan sifat yang baik agar para siswa yang diajarnya dapat meniru dan mencontoh perilaku-perilaku baik tersebut. Dengan kata lain, guru harus memiliki kualitas yang baik untuk menjadikan pendidikan lebih bermutu.

Lihat Juga:  Jurus Utang; Mengatasi Masalah Dengan Masalah

Masyarakat di lingkungan sekolah, sebagai tempat anak-anak berinteraksi sosial harus kondusif dan bebas dari perilaku bullying serta menciptakan kontrol sosial  dalam bermasyarakat.

Ketiga, Negara sebagai pembuat kebijakan, wajib membuat kebijakan yang memungkinkan terciptanya sinergitas antara lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat. Agar terbentuk generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.

Negara juga memberi dukungan penuh pada proses pendidikan baik negeri maupun swasta. Memastikan  kurikulum yang diadopsi tidak bertentangan dengan nilai agama. Menjamin kesehatan fisik dan mental anak-anak dengan mengontrol media yang menayangkan berbagai tontonan merusak. Maksimal menjamin tersedianya sarana dan prasarana demi menunjang pembelajaran yang berkualitas.

Dalam Pandangan Islam

Rasulullah SAW bersabda: “Allah tidak mengutusku sebagai orang yang kaku dan keras akan tetapi mengutusku sebagai seorang pendidik dan mempermudah.” (HR. Muslim).

Hadits di atas, menegaskan bahwa rasulullah SAW adalah seorang pendidik yang segala perilaku merupakan teladan terbaik.

Disamping itu, guru juga sebagai penggerak perubahan. Merekalah pendorong utama generasi agar menjadi pilar peradaban. Kita tentu masih mengingat bagaimana guru-guru di masa Islam yang melahirkan murid-murid yang berkualitas baik dari aspek ilmu maupun keimanan yang tinggi.

Berita terkait