PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan MudaRotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan BaruLurah Bontoa Antar Langsung Bantuan Beras CPP ke Warga Sakit dan DisabilitasTambak Warga Ditimbun untuk Akses Pelabuhan Tonra, Ganti Rugi DipertanyakanMakassar Perkuat Kemitraan dengan Enrekang untuk Jaga Pasokan Pangan dan Stabilkan HargaPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sumbangan Gau Maraja Diduga Masuk Rekening Pribadi Kasi Umum Kecamatan Bontocani102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Dikukuhkan, Siap Jadi Rimbawan MudaRotasi Besar Kapolres Sulsel: 5 Kursi Berganti, Ini Daftar Komandan BaruLurah Bontoa Antar Langsung Bantuan Beras CPP ke Warga Sakit dan DisabilitasTambak Warga Ditimbun untuk Akses Pelabuhan Tonra, Ganti Rugi DipertanyakanMakassar Perkuat Kemitraan dengan Enrekang untuk Jaga Pasokan Pangan dan Stabilkan Harga
Nasional

Forum Sekda Ungkap Peran KASN dalam Mengawal Meritokrasi

1130
×

Forum Sekda Ungkap Peran KASN dalam Mengawal Meritokrasi

Sebarkan artikel ini
Forum Sekda Ungkap Peran KASN dalam Mengawal Meritokrasi
Webinar bertajuk, 'Potret Netralitas Birokrasi Menyongsong Tahun Politik 2024 - Rilis Hasil Survei Nasional Netralitas ASN pada Pilkada Serentak Tahun 2020' pada Kamis (16/12/2021).

JAKARTA—Sekretaris Umum Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi), Muhammad Idris menyampaikan, roh dari UU No. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah penerapan sistem merit di seluruh instansi pemerintah. Untuk mengawal implementasi tersebut, peran Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sebagai lembaga pengawas independen sangat diperlukan.

“Ada KASN saja penerapan sistem merit masih tidak berjalan dengan baik, apalagi tidak ada KASN,” ujar Idris dalam webinar bertajuk, ‘Potret Netralitas Birokrasi Menyongsong Tahun Politik 2024 – Rilis Hasil Survei Nasional Netralitas ASN pada Pilkada Serentak Tahun 2020‘ pada Kamis (16/12/2021).

Senada dengan Idris, Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, menyampaikan, narasi pembubaran KASN seharusnya dihentikan karena tingginya pelanggaran netralitas ASN saat ini.

Terlebih pada 2024 mendatang, pelanggaran netralitas berpotensi akan makin besar. Dalam hal ini, KASN dibutuhkan untuk mengawasi netralitas ASN supaya tercapai birokrasi yang kuat dan bersih dari intervensi politik.

“KASN harusnya diperkuat bukan malah dibubarkan, ke depan KASN perlu terus aktif dalam terlibat dalam penyusunan peraturan kepemiluan baik dengan KPU, Bawaslu, dan NGO,” ungkap Titi.

Sementara itu, dari survei KASN, tercatat sebanyak 77.6 persen responden setuju pelanggaran netralitas ASN sebenarnya banyak terjadi pada masa pilkada tapi kurang terpantau oleh lembaga pengawas. Maka dari itu dapat disimpulkan, keberadaan lembaga pengawas seperti KASN harus terus diperkuat keberadaanya supaya pengawasan makin kuat dan dirasakan semua pihak.

Lebih lanjut, Ketua KASN, Agus Pramusinto, mengatakan bahwa pemerintah perlu lebih serius melakukan antisipasi terhadap politisasi birokrasi dalam menyambut tahun politik 2024.

Di samping itu, perlu dilakukan langkah-langkah persiapan untuk membangun konstruksi netralitas ASN yang lebih kuat melalui beberapa langkah, seperti sinergi antar-lembaga, penegakan sanksi, review regulasi, dan pengangkatan penjabat kepala daerah yang berintegritas dan netral.

“Visi reformasi birokrasi Indonesia menuju birokrasi kelas dunia sulit untuk diwujudkan apabila ASN tidak profesional dan birokrasi tidak independen,” jelas Agus. (*/70n)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com