Beranda » Opini » Jalan Tol, Fungsi Jalan Yang Dikapitalisasi
Jalan Tol, Fungsi Jalan Yang Dikapitalisasi
Opini

Jalan Tol, Fungsi Jalan Yang Dikapitalisasi

OPINI – Luar biasa pembangunan infrastruktur akhir-akhir ini, terkhusus dalam pembangunan jalan tol terus berkelanjutan. Belum lagi baru saja pemberlakuan kartu tol yang terlihat memudahkan pengguna jalan tol, tidak tahu saldo bayaran masuk di rekening mana.

Jalan Tol Seksi IV Makassar akan mengalami penyesuaian tarif tol pada Jumat 22 November 2019 pukul 00.00 WITA. Ada sebagian golongan kendaraan yang mengalami kenaikan tarif, ada juga golongan yang justru turun.

Tarif baru ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 1076/KPTP/M/2019 tentang penyesuaian tarif tol pada ruas Jalan Tol Makassar Seksi IV.

Keputusan ini juga telah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang telah dievaluasi dan ditetapkan oleh Pemerintah.

Direktur Utama PT Jalan Tol Seksi IV (JTSE) Anwar Toha mengatakan keputusan ini dihitung dari peraturan yang sudah ditetapkan, berdasarkan angka inflasi di Kota Makassar, Sulsel, selama 2 tahun terakhir yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu sebesar 7,06 %.

“Penyesuaian tarif akan diberlakukan untuk seluruh golongan kendaraan yang melintasi Jalan Tol Seksi IV, Makassar,” katanya dalam siaran pers yang diterima CNBC Indonesia, Senin (18/11/2019).

Kenaikan jalan tol ini terus akan menanjak mengikuti kebutuhan pemilik tol, karena sejatinya pemiliknya adalah pengusaha dan pihak asing.

Alhasil dari penyerahan dari negara yang terikat utang. Akhirnya pemanfaatan jalan tol ini sudah tidak bisa lagi dijauhkan dari kebutuhan masyarakat karena jalan umum macet sudah mnggrogoti hampir semua jalan.

Tidak menutup kemungkinan yang tidak mampu melewati jalan tol itu terpaksa diarahkan jalan kesana tanpa alternatif lagi.

Mengembalikan fungsi negara sebenarnya adalah mengurus urusan rakyatnya dengan memberikan jaminan keamanan dan kesejahteraan dalam penggunaan jalan.

Sementara jalan tol disini adalah termasuk jalan umum dimana semua rakyat berhak menggunakan, bebas melalui bahkan tanpa dibebankan bayaran.

Dr Kasem Ajram (1992) dalam bukunya, The Miracle of Islam Science, 2nd Edition juga memaparkan pesatnya pembangunan infrastruktur transportasi, jalan–yang dilakukan di zaman kekhalifahan Islam.

“Yang paling canggih adalah jalan-jalan di Kota Baghdad, Irak. Jalannya sudah dilapisi aspal pada abad ke-8 M,” cetus Ajram.

Yang paling mengagumkan, pembangunan jalan beraspal di kota itu telah dimulai ketika Khalifah Al-Mansur mendirikannya pada 762 M.

Ketika kembali kepada fungsi negara sebenarnya kapitalisasi tidak akan ada. Karena sejatinya aturan yang hakiki mengatur semua adalah Sang pemilik aturan melalui manusia sebagai perantara. Wallahu’alam. (*)

Jalan Tol, Fungsi Jalan Yang Dikapitalisasi
Penulis : Sri Rahmayani, S.Kom
Aktivis Pemerhati Sosial