Sumber daya alam (SDA) yang sejatinya adalah bentuk kepemilikan umum dikelola oleh para pengusaha baik asing maupun lokal. Akibatnya rakyat hidup serba kekurangan.
Kalaupun dapat hidup hanya sekadar menjangkau kebutuhan pokoknya saja, ditambah lagi rakyat harus membayar mahal untuk menikmati infrastruktur yang berkualitas. Untuk menggunakan jalan, jasa transportasi, kesehatan yang memadai bahkan sekolah yang berkualitas, rakyat harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
Solusi Tuntas Stunting
Syariat secara alami mampu menciptakan kesejahteraan, termasuk menyelesaikan problem kemiskinan dan stunting. Melalui penerapan sistem ekonomi Islam, meniscayakan pengurusan umat dilakukan secara berkualitas dan maksimal.
Diawali dengan mewujudkan pola hidup sehat keluarga. Mewujudkan pola hidup sehat berarti mewujudkan kebiasaan berperilaku sesuai syariah. Hal ini mengharuskan pembentukan kepribadian melalui penerapan sistem pendidikan terbaik.
Kepribadian Islam mendorong individu keluarga untuk mewujudkan pola makan yang sehat, juga jaminan ketersediaan pangan yang halal dan baik, termasuk air bersih hingga tingkat rumah tangga (harga terjangkau dan mudah diakses).
Negara menjalankan fungsinya sebagai pengurusan masyarakat, seperti menjamin pemenuhan pokok publik, menyediakan lapangan kerja, membebaskan barang milik umum dari kapitalisasi.
Hal ini jelas dengan sendirinya membebaskan keluarga dari berbagai stressor; mendorong terwujudnya pola aktivitas keluarga yang sehat; ibu terbebas dari peran ganda yang menyalahi fitrah dan beban mencari nafkah keluarga kembali berada di pundak ayah.
Termasuk bagian penting dari pola hidup sehat keluarga adalah kemudahan untuk mengobati berbagai penyakit yang diderita. Negara memberikan pelayanan tidak hanya gratis dan mudah diakses oleh semua anggota masyarakat, tetapi juga berkualitas yaitu cepat dan tepat dalam pengobatan.
Secara i’tiqadi, jumlah kekayaan alam yang disediakan oleh Allah SWT. untuk manusia pasti mencukupi. Meskipun demikian, apabila kekayaan alam ini tidak dikelola dengan benar, tentu akan terjadi ketimpangan dalam distribusinya. Karena, faktor utama penyebab kemiskinan adalah buruknya distribusi kekayaan.
Di sinilah pentingnya keberadaan sebuah sistem hidup yang sahih dan keberadaan negara yang menjalankan perannya dalam melayani masyarakat secara maksimal. Walhasil dengan sistem ekonomi Islam akan mampu mengatasi masalah kemiskinan bahkan memberi kesejahteraan bagi seluruh warganya.
Wallahu a’lam bishshawab. (*)
Penulis: Rahmawati, S.Pd (Ketua Majelis Ta’lim Mar’atul Muthmainnah)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.













