PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Pemerintah dan DPR RI Sepakat Turunkan Biaya Haji Tahun 2027 • 750 KK di Biringkanaya Terima Bantuan Beras Masing-masing 30 Kilogram • Dalami Dugaan Korupsi Dinkes Parepare, Polda Sulsel Periksa Taufan Pawe • 19,5 Hektare Hutan di Polewali Mandar Dibuka Ilegal, Dua Tersangka Diserahkan ke Jaksa • FK-GARDA Desak Dirlantantas Polda Sulsel Copot Kasatlantas Makassar dan Maros • SK PLT Pengkot TI Kendari Dipersoalkan, Pelatih Desak Pengprov TI Sultra Bertindak • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Pemerintah dan DPR RI Sepakat Turunkan Biaya Haji Tahun 2027 • 750 KK di Biringkanaya Terima Bantuan Beras Masing-masing 30 Kilogram • Dalami Dugaan Korupsi Dinkes Parepare, Polda Sulsel Periksa Taufan Pawe • 19,5 Hektare Hutan di Polewali Mandar Dibuka Ilegal, Dua Tersangka Diserahkan ke Jaksa • FK-GARDA Desak Dirlantantas Polda Sulsel Copot Kasatlantas Makassar dan Maros • SK PLT Pengkot TI Kendari Dipersoalkan, Pelatih Desak Pengprov TI Sultra Bertindak •
Opini

Menilik Penurunan Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi Jambi

2262
×

Menilik Penurunan Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi Jambi

Sebarkan artikel ini
Menilik Penurunan Kematian Ibu dan Bayi di Provinsi Jambi
Gahara Haerani (Mahasiswa S2 Konsentrasi Kependudukan Universitas Hasanuddin)

Ini menunjukkan belum tercapainya target yang ditentukan yaitu 183 per 100.000 KH di tahun 2024. Begitu juga bayi dan balita yang masih harus kita selamatkan dari kematian. Untuk itu kasus AKI dan AKB masih harus terus di waspadai.

Angka Kematian Ibu (Maternal Mortality Rate) merupakan salah satu yang menjadi indikator esensial dalam mengukur derajat kesehatan. Kejadian kematian ibu dan bayi harus terus diupayakan menurun setiap tahunnya.

Strategi yang bisa diupayakan untuk menekan jumlah kasus kematian ibu dan bayi diantaranya berupa layanan kesehatan khususnya diperuntukkan bagi ibu hamil dan upaya ini harus menjadi prioritas.

Mengapa demikian? Dikarenakan anak dalam kandungan seorang ibu yang nantinya akan lahir ke dunia diharapkan menjadi penerus bangsa dalam melanjutkan pembangunan. Dari sejak bayi dalam kandungan ibunya harus sudah disiapkan dan dijaga kesehatannya.

Pemberian gizi yang baik dan pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu hamil akan sangat membantu mengurangi risiko kejadian yang tidak diinginkan pada saat seorang perempuan mengandung.

Oleh karena itu perlu dilakukan melalui intervensi spesifik yang baik saat dan sebelum kelahiran demi tercapainya target penurunan angka kematian ibu dan anak.

Seperti yang sudah dihimbau oleh kementerian kesehatan RI yaitu menetapkan pemeriksaan ibu hamil atau antenatal care (ANC) dialakukan minimal 6 kali selama masa kehamilan 9 bulan dimana 2 kali diantaranya harus di USG dan diperiksa oleh dokter dan ini adalah bentuk komitmen penyediaan layanan esensial yang diperuntukkan bagi ibu hamil.

Dengan demikian, akan terdeteksi lebih cepat pada saat kehamilan seorang ibu apabila ditemukan kelainan dan risiko komplikasi persalinan yang kemungkinan terjadi. Kemenkes RI tengah dalam proses dalam menyediakan USG di seluruh RS di Indonesia hingga ke puskesmas-puskesmas di wilayah Indonesia.

Langkah ini tentu merupakan langkah yang baik sekali, mengingat seperti di wilayah Provinsi Jambi belum semua puskesmas menyediakan alat USG. Masih banyak ibu hamil yang harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk menjangkau ke fasilitas kesehatan yang menyediakan USG memeriksakan kandungannya.

Selanjutnya, tidak hanya pada saat proses kehamilan saja, hingga tiba waktu melahirkan harus tetap mendapatkan perhatian khusus. Akses untuk menuju ke fasilitas/tenaga kesehatan harus dipastikan tidak terkendala, baik dari segi infrastruktur maupun kemampuan ekonomi ibu melahirkan.

Sering kita dengar berita yang ditayangkan melalui media cetak dan online bahwa faktanya masih ada kejadian penolakan penanganan kasus gawat darurat oleh RS kepada seorang ibu yang hendak melahirkan yang mangakibatkan kematian pada ibu dan bayi tersebut.

Tentu kejadian penolakan tersebut sangat disayangkan oleh banyak pihak. Mencegah kasus serupa agar tidak terjadi lagi, Dinas Kesehatan perlu mengambil langkah untuk merumuskan rekomendasi di seluruh RS di Indonesia.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com