OPINI—Komisioner Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, pada Minggu (22/12), menyatakan bahwa Israel telah melanggar semua peraturan perang di Jalur Gaza. Ia juga menegaskan bahwa gencatan senjata di Gaza sangat mendesak, menyerukan penghentian serangan demi melindungi warga sipil.
Namun, apakah pernyataan PBB pernah benar-benar terealisasi? Faktanya, hal tersebut jauh dari kenyataan. Sejarah menunjukkan bahwa PBB bahkan telah mengakui eksistensi negara Zionis. Padahal, Zionis Yahudi adalah penjajah yang menduduki wilayah Palestina, mengusir, dan membantai penduduk aslinya.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel melancarkan perang genosida di Gaza, menewaskan lebih dari 45.200 warga sipil, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.
Peran Para Penguasa Muslim
Tragedi di Gaza tidak terlepas dari sikap para penguasa Muslim, terutama pemimpin dunia Arab. Mereka cenderung memberikan loyalitas kepada negara-negara Barat yang mendukung kekejaman Zionis Yahudi. Sebaliknya, pembelaan terhadap Gaza hanya sebatas retorika dan bantuan logistik yang minim.
Sikap para pemimpin Muslim ini mencerminkan kelemahan. Meski memiliki kekuatan militer besar, mereka memilih mempertahankan pasukan mereka di barak-barak daripada mengirimkan bantuan untuk membela darah dan kehormatan umat di Palestina.
Sebagian besar pemimpin Arab dan dunia Islam bersekutu dengan Zionis dan negara-negara pendukungnya, seperti Amerika Serikat. Mereka mengelabui rakyat seolah-olah membela Gaza, padahal kenyataannya mereka lebih memprioritaskan kepentingan politik dan ekonomi.
Solusi Hakiki Berdasarkan Syariat Islam
Penderitaan Gaza tidak akan pernah selesai melalui perantara seperti PBB, Liga Arab, atau penguasa Muslim yang hanya bergerak setengah hati. Proposal seperti “solusi dua negara” sama saja dengan mengkhianati Palestina dan mengakui penjajahan Zionis Yahudi.
Islam menawarkan solusi yang hakiki melalui penerapan syariat Islam, yaitu jihad dan khilafah. Khilafah akan menghadapi entitas Zionis Yahudi dan negara-negara Barat yang menjadi sponsornya. Khilafah juga akan mengusir penjajah, menutup akses fasilitas militer asing, serta memblokir jalur pelayaran dan penerbangan yang mendukung Zionis.
Allah SWT berfirman:
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah: 190)
Allah SWT juga berfirman:
“Telah diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dizalimi. Dan sungguh, Allah Mahakuasa menolong mereka.” (QS. Al-Hajj: 39)
Kesadaran Umat sebagai Kunci
Solusi berdasarkan syariat Islam adalah jalan yang hakiki dan tidak dapat dihindari. Umat Muslim perlu sadar dan tidak alergi terhadap penerapan syariat Islam. Kesadaran ini harus diwujudkan dengan perjuangan dakwah untuk memahamkan umat Muslim mengenai pentingnya persatuan dan solidaritas.
Jika kesadaran ini berhasil dibangun, umat akan mampu menuntut para pemimpin Muslim untuk mengirimkan pasukan membela Palestina dan mengusir penjajahan Zionis, bukan hanya sekadar berbicara tanpa tindakan nyata. (*)
Wallahu a’lam bishawab.
Penulis: Ernawati (Pegiat Literasi)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.










