Neo Imperialisme
Sejak dideklarasikannya penghapusan terhadap penjajahan di atas dunia. Menyebabkan negara-negara imperialis (para penjajah) menempuh cara yang berbeda. Sebab sungguh sayang, jika melepaskan ladang uang (harta) yang tersimpan di negari-negeri jajahan. Indonesia memang telah merdeka dari penjajahan fisik negara-negara asing.
Namun, investasi dan dominasi asing dalam berbagai aspek di negeri ini baik politik, ekonomi, hukum, dan sosial justru makin kuat. Kerusakan dan kerugiannya juga jauh lebih parah di bandingkan dengan penjajahan fisik tempo dulu.
Salah satu bentuk intervensi yang paling strategis yang di lakukan oleh institusi asing untuk menanamkan kepentingannya dalam suatu negara adalah mendesain sistem kelembagaan dan regulasi serta mencetak sumber daya manusia yang mampu menjaga dan menjalankannya.
Maka di desainlah neoimperialisme sedemikian rupa untuk mencegah potensi independen negara berkembang/miskin melakukan konsolidasi politik.
Neoimperialisme juga dimaksudkan untuk mempertahankan ketergantungan negara berkembang/miskin secara penuh dengan sistem kapitalisme dunia.
Penjajahan gaya baru ini muncul sejak awal orde baru. Rezim orde baru dipaksa menyerahkan kekayaan alam negeri ini kepada asing, Amerika dan Barat melalui penguasaan areal tambang baik mineral maupun migas, sebagai contoh PT FREEPORT mendapatkan konsensi di Papua dan Caltek dibeberapa sumber migas di nusantara.
Dalam pandangan neoliberalisme, negara di anggap sebagai penghambat utama penguasaan ekonomi oleh individu/korporat. Pengurangan peran negara di lakukan dengan privatisasi sektor publik seperti, migas, listrik, jalan tol dll.
Pencabutan subsidi komoditas strategis seperti migas, listrik, dll. Jadi neoliberalisme sesungguhnya merupakan upaya pelumpuhan negara, selangkah menuju corporate state (korporatokrasi
Berada dalam cengkeraman neoimperialisme menyebabkan harga-harga barang cenderung naik alias mahal dan tidak terjangkau rakyat, pertum¬buhan ekonomi melambat, jikapun pertumbuhan ekonomi naik tapi tidak dinikmati seluruh rakyat, itu terlihat dengan tingginya angka kemiskinan, kesenjangan ekonomi yang menunjukkan tingginya jurang yang kaya dengan yang miskin.
Selain itu kerusakan lingkungan dengan adanya penebangan liar sehingga banjir dimana-mana, kriminalitas meningkat, kerusakan moral dimana-mana dan masih banyak masalah lainnya.













