PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Pejabat ATR/BPN hingga Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Miliar DiamankanKuasa Hukum Pertanyakan Tindak Lanjut Dumas di Propam Polda SulselMulai Besok Pemkab Jeneponto Terapkan BBM Ganjil-Genap di Seluruh SPBULPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total PangkalanPrabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Kini Pegang Kendali Kebijakan FiskalUsulan Kuota BBM Sulsel Naik 30 Persen, Migrasi Konsumen Picu Antrean Makin PanjangPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Pejabat ATR/BPN hingga Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Miliar DiamankanKuasa Hukum Pertanyakan Tindak Lanjut Dumas di Propam Polda SulselMulai Besok Pemkab Jeneponto Terapkan BBM Ganjil-Genap di Seluruh SPBULPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total PangkalanPrabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Kini Pegang Kendali Kebijakan FiskalUsulan Kuota BBM Sulsel Naik 30 Persen, Migrasi Konsumen Picu Antrean Makin Panjang
Opini

Refleksi HUT Ke-77 RI, Sudahkah Kita Merdeka?

2607
×

Refleksi HUT Ke-77 RI, Sudahkah Kita Merdeka?

Sebarkan artikel ini
Refleksi HUT RI Ke-77 Sudahkah Kita Merdeka?
Indah Dahriana Yasin, Ketua Yayasan Cinta Abi-Ummi, Makassar.

Neo Imperialisme

Sejak dideklarasikannya penghapusan terhadap penjajahan di atas dunia. Menyebabkan negara-negara imperialis (para penjajah) menempuh cara yang berbeda. Sebab sungguh sayang, jika melepaskan ladang uang (harta) yang tersimpan di negari-negeri jajahan. Indonesia memang telah merdeka dari penjajahan fisik negara-negara asing.

Namun, investasi dan dominasi asing dalam berbagai aspek di negeri ini baik politik, ekonomi, hukum, dan sosial justru makin kuat. Kerusakan dan kerugiannya juga jauh lebih parah di bandingkan dengan penjajahan fisik tempo dulu.

Salah satu bentuk intervensi yang paling strategis yang di lakukan oleh institusi asing untuk menanamkan kepentingannya dalam suatu negara adalah mendesain sistem kelembagaan dan regulasi serta mencetak sumber daya manusia yang mampu menjaga dan menjalankannya.

Maka di desainlah neoimperialisme  sedemikian rupa untuk mencegah potensi independen negara berkembang/miskin melakukan konsolidasi politik.

Neoimperialisme juga dimaksudkan untuk mempertahankan ketergantungan negara berkembang/miskin secara penuh dengan sistem kapitalisme dunia.

Penjajahan gaya baru ini muncul sejak awal orde baru. Rezim orde baru dipaksa menyerahkan kekayaan alam negeri ini kepada asing, Amerika dan Barat melalui penguasaan areal tambang baik mineral maupun migas, sebagai contoh PT FREEPORT mendapatkan konsensi di Papua dan Caltek dibeberapa sumber migas di nusantara.

Dalam pandangan neoliberalisme, negara di anggap sebagai penghambat utama penguasaan ekonomi oleh individu/korporat. Pengurangan peran negara di lakukan dengan privatisasi sektor publik seperti, migas, listrik, jalan tol dll.

Pencabutan subsidi komoditas strategis seperti migas, listrik, dll. Jadi neoliberalisme sesungguhnya merupakan upaya pelumpuhan negara, selangkah menuju corporate state (korporatokrasi

Berada dalam cengkeraman neoimperialisme menyebabkan harga-harga barang cenderung naik alias mahal dan tidak terjangkau rakyat, pertum¬buhan ekonomi melambat, jikapun pertumbuhan ekonomi naik tapi tidak dinikmati seluruh rakyat, itu terlihat dengan tingginya angka kemiskinan, kesenjangan ekonomi yang menunjukkan tingginya jurang yang kaya dengan yang miskin.

Selain itu kerusakan lingkungan dengan adanya penebangan liar sehingga banjir dimana-mana, kriminalitas meningkat, kerusakan moral dimana-mana dan masih banyak masalah lainnya.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com