PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • UNIMUS Semarang Latih 32 Calon Perawat Kuasai Perawatan Luka • 24 Persen Siswa Indonesia Alami Bullying, Cerminan Sistem Pendidikan yang Gagal • Dua Petugas Damkar Pangkep Gugur, Armada Terbalik Saat Berpacu Menuju Kebakaran • Program Mannennungeng Serahkan Policy Brief ke Pemkab Bone, Produktivitas Padi Naik 76 Persen • Bupati Jeneponto Dorong Punagaya dan Bungeng Jadi Percontohan Desa Binaan Imigrasi • Sekda Makassar Dorong Inovasi PKP LAN Jadi Model untuk Kecamatan Lain • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • UNIMUS Semarang Latih 32 Calon Perawat Kuasai Perawatan Luka • 24 Persen Siswa Indonesia Alami Bullying, Cerminan Sistem Pendidikan yang Gagal • Dua Petugas Damkar Pangkep Gugur, Armada Terbalik Saat Berpacu Menuju Kebakaran • Program Mannennungeng Serahkan Policy Brief ke Pemkab Bone, Produktivitas Padi Naik 76 Persen • Bupati Jeneponto Dorong Punagaya dan Bungeng Jadi Percontohan Desa Binaan Imigrasi • Sekda Makassar Dorong Inovasi PKP LAN Jadi Model untuk Kecamatan Lain •
Opini

Wacana Penundaan Pemilu, Demi Siapa?

2658
×

Wacana Penundaan Pemilu, Demi Siapa?

Sebarkan artikel ini
Wacana Penundaan Pemilu, Demi Siapa?
Nurmia Yasin Limpo, S.S

Pemimpin Dalam Islam

Berbeda dengan sistem Islam yang menjadikan politik sebagai jalan melayani kepentingan publik. Melayani dan menjamin tersedianya hajat hidup masyarakat secara adil dan menyeluruh adalah tanggungjawab pemimpin. Semua rakyat dipandang sebagai masyarakat yang harus dijamin kebutuhan hidupnya. Sebab, pemimpin adalah pelayan dan pengurus rakyat.

Seperti sabda Rasulullah, “Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari)

Dalam sebuah kitab karangan Abu Yusuf Ya’qub bin Ibrahim bin Habib bin Sa’ad Al-Anshari dengan judul Al-Kharaj, (Kairo: Maktabah Al-Azhariyah Lit Turats, t.th), h. 139) dikisah-kan Khalifah ‘Umar bin al-Khaththab ra. pernah melihat orang tua yang mengemis.

Ternyata ia seorang Yahudi. Beliau bertanya, “Apa yang memaksa engkau mengemis?” Dia menjawab, “Untuk membayar jizyah (sejenis pajak), kebutuhan hidup dan karena aku sudah tua (tidak sanggup bekerja).” 

Lalu Khalifah Umar ra. mengutus dia kepada penjaga Baitul Mal dan berkata kepada penjaganya, “Lihatlah orang ini dan yang seperti dia! Demi Allah, kita tidak adil kepada dia jika kita mengambil jizyah pada masa mudanya, kemudian kita menistakannya ketika telah tua.”

Setelah itu, Khalifah Umar membebaskan orang tua tersebut dari membayar jizyah. Bahkan beliau memberi dia subsidi dari Baitul Mal. Adapun sumber pembiayaan yang diperoleh negara Islam berasal dari berbagai pos-pos pemasukan yang sangat banyak jumlahnya. Diantaranya, SDA berupa tambang, zakat, sedekah, infaq, ganimah, fai, khumus, kharaj, jizyah, usyur, dan pajak (jika diperlukan), dsb.

Begitu bijaksananya seorang Khalifah Umar dalam menyelesaikan persoalan rakyatnya, tanpa mengenal suku dan agama. Sebab, beliau memahami tugas utama seorang pemimpin adalah mengurus rakyatnya. Tidak membebani apalagi mendzolimi. Karena syariat-lah menjadi satu-satunya dasar dalam membuat kebijakan.

Disamping pemimpin yang baik, masyarakat juga membutuhkan sistem yang baik yang datang dari Maha Baik, yaitu Allah Swt. Timbangan syara’ menjadi penentu baik buruk suatu kebijakan. Sehingga, para pemimpin akan jauh dari kepentingan dan hawa nafsu.

Tidak bisa tidak, individu dan masyarakat harus terus berjuang menghadirkan pemimpin yang baik dan sistem yang baik. Melalui kepemimpinan yang baik dan peraturan yang bersumber dari Zat Yang Mahabaik. Agar problematika yang dihadapi negeri ini akan bisa teratasi dengan baik pula. Sebab Allah SWT telah menetapkan Islam dengan aturannya sebagai jalan atau cara untuk manusia menyelesaikan berbagai persoalan hidup dan bernegara itu dengan sebaik-baiknya.

Di dalam al Quran surah al-A’raf ayat 96 di jelaskan yang artinya: Jika penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, maka Allah akan membuka pintu-pintu keberkahan dari langit dan bumi.

Oleh sebab itu, pemimpin akan mengatur rakyat-nya sebaik mungkin. Sebab ia adalah pemimpin yang baik dan memberlakukan aturan yang baik, insya Allah  berkah negeri dunia akhirat. Saat itulah, gelap akan berlalu, kehidupan yang terang menjelang. Insya Allah. Wallahu’alam. (*)

Penulis: Nurmia Yasin Limpo, S.S

***

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com