7 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba, Dibekuk Satnarkoba Polres Gowa
Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M. Tambunan dalam jumpa pers bersama Kasat Narkoba Pores Gowa, AKP. Syaharuddin, yang dihelat Senin (13/09/2021) menuturkan, bandar utama yang bertindak sebagai pemasok sabu-sabu tersebut diketahui saat ini merupakan tahanan di salah satu Rutan berinitial FD dan BU.

SUNGGUMINASA—Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Gowa berhasil membekuk sedikitnya 7 terduga pelaku penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Gowa dengan total barang bukti, zat psikotropika jenis sabu-sabu seberat 30,8 Gram.

Penangkapan ke tujuh pelaku tersebut berdasarkan informasi dan penyelidikan yang dilakukan para personil terkait maraknya transaksi narkoba di wilayah hukum Polres Gowa.

Dari tujuh pelaku terdapat empat orang warga Makassar dan sisanya warga kabupaten Gowa. Mereka ditangkap dibeberapa lokasi berbeda di wilayah Makassar dan Kabupaten Gowa.

Adapun mereka terduga pelaku yang diduga semuanya merupakan pengedar adalah; SA (31) warga Gowa, MU (54) warga Gowa merupakan pensiunan aparat negara, MY (38) warga Makassar, MAM (32), warga Makassar, YJ (54) warga Makassar, RA (35), warga Makassar yang juga merupakan residivis kasus yang sama, serta seorang perempuan HK (34) Warga Gowa.

Ke 7 pelaku beraksi dengan modus menggunakan rumah dan sekitarnya sebagai tempat transaksi lalu motif dari para pelaku karena terhimpit ekonomi serta teriming-iming dengan keuntungan yang cukup besar.

Dari hasil interogasi terhadap para pelaku menjelaskan, barang bukti Sabu yang dikuasainya diambil dari para bandar utama yang ada di salah satu Rutan termasuk salah satu bandar yang berdomisili di Sapiria Makassar.

Umumnya para pelaku mengedarkan sabu dengan cara mengikuti petunjuk bandar utama yang ada di salah satu rutan kemudian menempatkan pesanan sabu di 1 lokasi selanjutnya konsumen mendatangi tempat tersebut.

Selain itu pelaku mengedarkan sabu yang telah terbagi dalam bentuk sachet kemudian kemudian diedarkan ke konsumen yang telah dikenal sebelumnya dan untuk pekerjaan tersebut para pelaku memperoleh keuntungan berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp5 juta.

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M. Tambunan dalam jumpa pers bersama Kasat Narkoba Polres Gowa, AKP. Syaharuddin, yang dihelat Senin (13/09/2021) menuturkan, bandar utama yang bertindak sebagai pemasok sabu-sabu tersebut diketahui saat ini merupakan tahanan di salah satu Rutan berinitial FD dan BU.

Selain itu salah satu ibu rumah tangga berinisial HK (34) juga menjelaskan bahwa ia mendapatkan sabu dari para kurir yang ada di Sapiria Makassar, kemudian sabu tersebut dikemas dalam jenis Sachet kemudian perjualbelikan.

“Saya dikenal para kurir karena sudah tiga kali memasuki lokasi tersebut dan para kurir langsung menawarkan sabu kepada saya kemudian terjadi transaksi. Setelah mendapatkan Sabu seberat 3 gram lalu saya bawa pulang ke rumah selanjutnya saya pecah menjadi puluhan sachet kemudian saya edarkan kepada pelanggan yang sudah saya kenal dengan harga per sachet Rp100 ribu,” tutur HK saat dimintai keterangan. (*/70n)