OPINI—Hari Ulang Tahun atau HUT ke-77 RI diperingati dengan mengangkat tema “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat.” Dilansir dari laman Pedoman Identitas Visual 77 Tahun Kemerdekaan Indonesia di mana tema itu berhubungan dengan tantangan yang telah dihadapi negara ini selama dua tahun.
Berangkat dari tantangan tersebut, pemerintah dan masyarakat pun bekerja sama untuk mempercepat pemulihan kondisi di semua sektor, sekaligus bangkit guna menghadapi tantangan global. (Kompas.com, 12/8/2022).
Memang benar, pandemi covid 19 telah meluluhlantakkan kondisi perekonomian di dunia. Indonesia pun tak luput darinya. Angka kemiskinan meningkat, begitupun tingkat kriminalitas.
Semua ini disinyalir terjadi akibat pandemi yang menyebabkan banyaknya individu rakyat kehilangan pekerjaan dan gulung tikar dalam usahanya.
Dampak dari tingginya angka kemiskinan menyebabkan munculnya berbagai macam persoalan hidup. Putus sekolah. Seks bebas dan prostitusi online merajalela di kalangan remaja dengan dalih demi memenuhi kebutuhan hidup. Angka gizi buruk dan stunting pun terus melaju tinggi.
Utang Luar Negeri (LN) pun meningkat. Hingga detik ini, utang LN Indonesia hingga akhir Juli 2022 membengkak dari bulan sebelumnya. Posisi utang hingga 31 Juli 2022 mencapai Rp 7.163,12 triliun setara 37,91 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. (Kompas.com, 15/8/2022).
Kasus korupsi yang sangat merugikan negara pun tak kunjung menemukan penyelesaian. Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat terjadinya peningkatan jumlah perkara dan terdakwa korupsi tahun 2021.
Pada tahun perkara 2021, terdapat 1.282 jumlah perkara korupsi dengan total terdakwa 1404 orang. (Merdeka.com, 22/5/2022).
Jika demikian keadaannya, layakkah kita disebut sudah merdeka?













