OPINI—Kasus pelecehan yang menggegerkan publik dilakukan oleh seorang ibu muda berinisial NT (25) di Jambi. Wanita pemilik rental Playstation (PS) ini dilaporkan orangtua dari 11 anak terdiri dari 9 laki-laki dan 2 perempuan.
Salah satu orangtua korban mengatakan, korban dipaksa menerima permintaan NT saat rental PS sedang sepi. Saat akan melancarkan aksi pelecehan seksual, NT secara tiba-tiba menutup rentalnya dan meminta korban yang masih di bawah umur untuk menyentuh bagian tubuhnya (Kompas.com, 4/2/23).
Ibu adalah sosok perempuan tangguh penuh kasih sayang berperan besar dalam membentuk karakter dan wawasan seorang anak. Lalu, mengapa berbagai fenomena yang terjadi justru menunjukkan rusaknya fitrah keibuan dalam keluarga?
Beban Ibu : Mental dan Akal Terganggu
Ragam permasalahan yang ada saat ini dalam kehidupan menimbulkan tekanan pada setiap orang termasuk seorang ibu. Sayangnya, peran ganda sebagai ibu dianggap sebagai beban sehingga merasa semakin sempit dan sulit menjalani kehidupan.
Tekanan hidup yang terus menerus bertambah berujung pada gangguan mental bahkan kejiwaan yang dialami hingga hilangnya kemampuan akal dalam berfikir.
Kesejahteraan hidup yang sulit diraih akibat tidak adanya jaminan kebutuhan pokok bagi rakyat yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara merupakan buah dari penerapan sistem ekonomi kapitalisme.
Negara hanya bertindak sebagai regulator bukan pelayan rakyat yang akan memastikan bahwa kebutuhan pokok bagi masyarakat telah terpenuhi dan terjamin. Tetapi justru kemiskinan semakin menjamur dan melemahnya iman menjadi pemicu dilakukannya berbagai tindakan yang dianggap dapat menghilangkan beban kehidupan.
Miris, kehadiran anak seharusnya menjadi penyejuk hati kala gundah, sebaliknya dianggap menambah tuntutan kebutuhan hidup yang membuat beban kehidupan semakin berat.
Akhirnya, mencari hiburan melalui perilaku keji diluar nalar, turut pada hawa nafsu menunjukkan tercabutnya fitrah keibuan dalam diri seorang ibu.
Faktanya perempuan yang selalu dianggap sebagai korban kini dapat menjadi pelaku pelecehan pada anak-anak bahkan pelaku merupakan sosok ibu yang memiliki seorang anak.













