Sekularisme : Abaikan Peran Ibu
Ibu adalah tiang peradaban yang akan menentukan baik dan rusaknya suatu peradaban. Ibu memiliki peran yang sangat mulia, perjuangan dan pengorbanan luar biasa dalam merawat dan membesarkan sang buah hati.
Meski demikian fitrah keibuannya menjadikan sosok ibu memiliki kasih sayang dan kesabaran dalam menjalani perannya dengan penuh rasa syukur.
Sebab menganggap anak sebagai amanah atau karunia terbesar oleh sang Khalik dalam kehidupannya.
Berbagai kasus menunjukkan bahwa fitrah ibu dalam sistem sekuler saat ini telah tergerus habis.
Rusaknya fitrah ibu tidak hanya berdampak pada pendidikan dan perkembangan sang anak melainkan telah merusak moral dan mental para korban pelecehan seksual yang masih dalam pertumbuhan dan memerlukan asuhan pendidikan terbaik.
Inilah buah penerapan sekularisme yang menyingkirkan peran agama dalam kehidupan. Ini jelas makin membuat manusia sebagai makhluk yang lemah akan semakin terpuruk.
Pada akhirnya menghantarkan kepada pemenuhan kebutuhan dengan berbagai cara meskipun haram sebab agama dikerdilkan dalam ranah ibadah semata.
Adanya kebebasan berekspresi menjadikan manusia dapat berbuat semaunya, termasuk dalam hal kebutuhan non fisik.
Maraknya kasus pelecahan seksual yang terjadi akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan. Sebagian besar dipicu oleh tayangan berbau sensual dan tidak senonoh yang bebas berkeliaran di berbagai situs online.
UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TP-KS) sebagai payung hukum yang mengatur pornografi dan pornoaksi seolah lumpuh sebab berbagai konten tersebut sangat mudah diakses.
Terbukti munculnya kasus pelecahan seksual berawal dari tontonan yang diikuti bagi para pelaku, termasuk oleh seorang ibu.













