OPINI—Gerbang utama memasuki pertanian organik adalah menjaga ekologi tanah. Berbagai cara dan upaya untuk mengembalikan kesuburan dan kegemburan tanah.

Salah satu di antaranya dengan menghidupkan kembali unsur unsur hara makro mikro yang tekandung dalam tanah.

Kompos, bokashi, kohe bisa menjadi alat untuk meremediasi tanah menjaga ekosistem yang terkandung dalam tanah.

Selain itu juga membantu pembentukan pori pori tanah sehingga memperlancar proses sirkulasi oksigen dalam tanah

Beberapa contoh kasus ditemui di beberapa lahan sawah, rata rata para petani menganggap padi itu tanaman air, sehingga sering membuat sawah nya tergenang air.

Padi bukan tanaman air tapi padi butuh air, butuh bukan berarti harus digenangi air. Karena air memiliki daya berat dan itu menyebabkan pemadatan terhadap tanah.

Sisi lain di tambah lagi pemberian urea sintetis yang bisa mengakibatkan berlebihnya unsur logam berat di lahan(fe) yang biasa nya berwarna kuning di air sawah.

Kondisi ini semakin memperburuk kondisi tanah hingga semakin berkurangnya pori dan rongga tanah.

Lalu hewan yang hidup dalam tanah bermigrasi karena tidak nyaman dengan keadaan itu.

Hewan yang hidup dalam tanah seperti cacing, belut dan lainnya akhirnya hijrah ke pematang sawah. Akibatnya, pematang lebih subur dari lahan sawah nya.

Jadi sangat penting menjaga ekologi tanah sebelum memulai pertanian organik. POC ,PESNAB dan pupuk organik lain hanya faktor penunjang untuk nutrisi tanaman. Tanah yang sehat, hasil panen yang maksimal.

Merawat ekologi tanah yang sehat sepanjang masa akan menjadi jalan kembali mengulang swasembada pangan dengan pola pertanian berkelanjutan. (*)

Penulis: Hasbi SP Dg Ngitung (Tenaga PPL di Kecamatan Parigi Gowa)